CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.650   23,00   0,13%
  • IDX 6.455   -86,16   -1,32%
  • KOMPAS100 850   -8,45   -0,98%
  • LQ45 645   -5,05   -0,78%
  • ISSI 223   -3,84   -1,69%
  • IDX30 359   -2,64   -0,73%
  • IDXHIDIV20 448   -1,98   -0,44%
  • IDX80 97   -0,72   -0,74%
  • IDXV30 125   -0,53   -0,42%
  • IDXQ30 115   -0,56   -0,48%

Mondelez mencuil gurihnya bisnis sarapan


Rabu, 23 November 2016 / 12:30 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Produsen makanan dan minuman asal Amerika Serikat ingin mencuil gurih potensi bisnis makanan sarapan di Indonesia. Berdasarkan riset Mondelez Indonesia, nilai bisnis makanan sarapan di Indonesia tahun lalu mencapai Rp 31,6 triliun.

Meski baru muncul belakangan lewat produk biskuit Belvita pada 19 April lalu, Mondelez tak jiper. Mereka yakin, menyodorkan biskuit sebagai sarapan menjadi tawaran berbeda dibandingkan produk lain. "Bisnis biskuit di pasar Indonesia sangat besar sekali. Kontribusi bisnis biskuit pada keseluruhan produk kami, di atas 50%,” katanya," kata Sunil Taldar, Presiden Direktur Mondelez Indonesia, Selasa (22/11).

Namun, Mondelez sadar identitas nama menjadi salah satu pertimbangan konsumen. Dus, mereka berharap nama perusahaan bisa semakin dikenal di pasaran Indonesia pasca menghadirkan produk Belvita. Mondelez memiliki tiga pabrik di Jawa Barat, yakni Cikarang, Karawang dan Bandung. Tak menutup kemungkinan Mondelez akan menambah pabrik. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×