: WIB    --   
indikator  I  

Mulia Industrindo kejar pendapatan Rp 6,1 triliun

Mulia Industrindo kejar pendapatan Rp 6,1 triliun

JAKARTA. Produsen keramik dan kaca, PT Mulia Industrindo Tbk, tidak menargetkan pendapatan terlalu tinggi tahun ini. Pasalnya, kondisi pasar dinilai lesu permintaan. Sementara, pasar properti yang banyak menyerap produk keramik Mulia masih belum meningkat.

Sekretaris Perusahaan PT Mulia Industrindo Tbk, Henry Bun mengatakan perusahaannya hanya menargetkan pendapatan naik sesuai pertumbuhan ekonomi nasional saat ini. “Targetnya naik kisaran 5%-6%, atau meraih Rp 6,1 triliun,” sebut Henry dalam paparan publik, Jakarta (19/6). Sebelumnya, di 2016 emiten berkode MLIA ini memperoleh pendapatan Rp 5,79 triliun.

Sampai dengan kuartal pertama 2017 ini, MLIA mencatat pendapatan senilai Rp 1,6 triliun, naik 14% dibandingkan kuartal sama tahun lalu. Namun, perseroan mencatatkan kerugian Rp 7 miliar, sementara triwulan pertama tahun lalu bisa mencetak laba Rp 84 miliar. Menurut Henry, beban biaya produksi naik cukup tinggi di awal tahun ini.

“Apalagi keramik saat ini over supply, sehingga kita tidak bisa menaikkan harga. Sementara biaya pekerja naik terus dan daya beli tengah turun,” kata Henry.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama, beban pokok penjualan naik 18% menjadi Rp 1,3 triliun. Perseroan juga mendapatkan rugi kurs senilai Rp 3 miliar.


Reporter Agung Hidayat
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

MANUFAKTUR

Feedback   ↑ x