kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.598
  • SUN95,20 0,00%
  • EMAS595.914 0,00%

Penggunaan dana USO masih belum optimal

Kamis, 05 Januari 2017 / 11:14 WIB

Penggunaan dana USO masih belum optimal

JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan, dana kewajiban pelayanan umum atau universal service obligation (USO) yang didapat dari operator seluler digunakan sesuai dengan peruntukan. Hal ini untuk menepis kabar yang menyebut dana USO bisa dipakai untuk kegiatan yang lain.

Menurut Noor Iza, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo, pihaknya dalam memakai dana USO tersebut tetap memperhatikan tiga poin, yakni untuk jaringan (network), perangkat (device) dan aplikasi (application). Nah, salah satu dari tiga poin tersebut bisa mendapat pendanaan dari USO.


Contohnya, pembangunan infrastruktur jaringan BTS di daerah perbatasan. "Termasuk juga wilayah 3T yakni terluar, terdepan dan tertinggal," katanya kepada KONTAN, Rabu (4/1).

Asal tahu saja, Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) menjadi badan yang menghimpun dana USO operator. Setiap tahun, operator wajib menyetor 1,25% dari pendapatan kotor untuk USO tersebut.

Tak cuma perangkat, dana layanan umum ini juga bisa untuk mengembangkan pengetahuan soal teknologi komunikasi dan informatika lewat seminar atau cara sosialisasi lainnya.

Sayang, Noor Iza tidak merinci kegunaan dana tersebut untuk apa saja sepanjang 2016. Yang jelas, dari target dana USO pada 2016 sebesar Rp 2,57 triliun, sudah terealisasi hingga Rp 3,17 triliun. "Kemungkinan Januari ini baru ketahuan nilai sebenarnya," ungkapnya.

M Danny Buldansyah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), menyoroti penggunaan dana USO belum berjalan efektif. Misalnya, sempat ada program desa berdering. Tapi program ini kurang berjalan lantaran pengawasan yang tidak optimal. "Yang jadi masalah mekanisme kerjanya, " katanya ke KONTAN.

Meski begitu, Danny optimistis, efek dana USO ini bisa terlihat dua tahun mendatang. Terutama pengembangan teknologi komunikasi dab informasi hingga pelosok serta perbatasan.

Deva Rachman, Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, menyebut, pemerintah akan menggandeng operator untuk penggunaan dana USO. "Biasanya dikembangkan untuk infrastruktur dan tidak ada masalah," ungkapnya.

Denny Abidin, GM External Corporate Communication Telkomsel, berharap, semua operator turut membangun jaringan telekomunikasi. 


Reporter: Dede Suprayitno
Editor: Rizki Caturini

TELEKOMUNIKASI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 1.1216 || diagnostic_web = 5.4511

Close [X]
×