INDUSTRI
Berita
Produksi Garam Makin Asin

PRODUKSI GARAM

Produksi Garam Makin Asin


Telah dibaca sebanyak 1702 kali
Produksi Garam Makin Asin


JAKARTA. Tingginya curah hujan yang mengakibatkan petani garam menunda masa produksi garam. Akibatnya, produksi garam nasional terancam melorot.

Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) Faisal Badawi mengatakan tingginya curah hujan di Indonesia mengakibatkan produksi garam mundur dari jadwal sebelumnya. "Biasanya produksi garam dimulai pada bulan Juli, tapi tahun ini sepertinya mundur sampai Agustus," ujarnya Minggu (18/7).

Akibat mundurnya musim produksi ini, Faisal bilang produksi garam pada musim ini diperkirakan akan turun sekitar 20%. Ia mengatakan, biasanya produksi garam nasional sekitar 1,1 juta ton - 1,2 juta ton per musim. Jika tahun ini musim produksi mundur, artinya produksi garam akan melorot menjadi hanya sekitar 960 juta ton.

Untuk mengantisipasi kekurangan suplai garam dari petani ke produsen, Faisal menyarankan agar pemerintah memperpendek masa pelarangan impor garam. "Biasanya masa pelarangan impor itu dari Juli sampai Desember," ujarnya.

Selama ini, pemerintah menetapkan masa impor garam mulai Januari hingga Juni. Sementara bulan Juli hingga Desember, pemerintah memberlakukan pelarangan impor. "Dengan asumsi, pada bulan Juli petani garam sudah memulai produksinya," jelas Faisal.

Menurutnya, setidaknya pemerintah bisa memperpendek masa pelarangan impor garam dari enam bulan menjadi empat bulan. "Jadi pelarangan impor diperpendek sampai Oktober saja. Sehingga November produsen bisa melakukan impor garam untuk menjaga suplai," katanya.

Telah dibaca sebanyak 1702 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..