kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pemerintah Gandeng Australia Kembangkan Garam di NTT


Kamis, 17 Juni 2010 / 12:22 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Untuk meningkatkan produksi garam nasional, pemerintah menggandeng perusahaan garam asal Australia Cheetam Salt Ltd untuk ikut serta mengembangkan industri garam nasional.

Bersama dengan Cheetam, pemerintah akan mengembangkan lahan garam di kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai langkah awal, hari ini dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dan cheetam Salt Ltd untuk mengembangkan lahan garam di Nagekeo seluas 2.100 hektar.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan industri pengolahan garam. Ia mengatakan industri garam adalah industri strategis yang harus dikembangkan.

Kerjasama antara Pemda Nagekeo dan Cheetam akan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi impor garam," jelasnya dalam acara Penandatanganan MoU antara Pemda Nagekeo dan Cheetam di Jakarta Kamis (17/6).

Cheetam Salt Ltd adalah salah satu perusahaan garam terbesar di Australia. Di Indonesia, Cheetam telah memiliki pabrik atau refinery garam yang berlokasi di Cilegon dengan kapasitas 100.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×