kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Revisi RKU lambat, bahan baku tersendat


Senin, 05 Maret 2018 / 20:10 WIB
Revisi RKU lambat, bahan baku tersendat
ILUSTRASI. SEKAT KANAL LAHAN GAMBUT


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lambatnya revisi Rencana Kerja Usaha (RKU) yang dicanangkan pemerintah untuk merevitalisasi lahan gambut berdampak pada ketersediaan bahan baku.

Perusahaan yang berada pada lahan gambut wajib untuk melakukan fungsi lindung ekosistem gambut. Sebagai gantinya perusahaan tersebut akan mendapatkan lahan pengganti (landswap).

"Kalau tidak segera dapat lahan pengganti dengan skema landswap maka diperkirakan akan terjadi kekurangan bahan baku," ujar Guru Besar Ilmu Tanah, Institut Pertanian Bogor (IPB) Basuki Sumawinata kepada KONTAN, Senin (5/3).

Kekurangan bahan baku terjadi akibat berhentinya aktivitas penanaman. Guna menjaga ekosistem gambut, lahan tersebut tidak lagi boleh ditanami.

Basuki menekankan semakin lama landswap dilakukan, periode kekurangan bahan baku akan mengikuti. Bila hal tersebut terjadi, industri akan mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya.

"Suatu saat tidak mustahil kita mengimpor kayu untuk memenuhi kebutuhan industri terpasang," terang Basuki.

Pencarian lahan landswap pun dinilai membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal itu dikarenakan tiap industri membutuhkan lahan yang sesuai dengan kriteria industrinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×