kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

5-10% Pengguna Elpiji 12 Kg Mulai Bermigrasi ke 3 Kg


Selasa, 18 Mei 2010 / 07:30 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Berdasarkan data yang masuk kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), sejak kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg dan 50 kg beberapa waktu lalu, YLKI mencatat ada migrasi pengguna elpiji.

Anggota YLKI Tulus Abadi menyatakan, sekitar 5% hingga 10% pengguna elpiji kemasan 12 kg mulai berpindah kepada elpiji kemasan 3 kg.

“Untuk pengguna kemasan 50 kg juga banyak yang berpindah kepada 12 kg walaupun datanya tidak banyak seperti 12 kg. Kebanyakan yang berpindah adalah pengguna rumah tangga,” kata Tulus.

Menurut Tulus, meski kewenangan untuk menaikkan harga elpiji non subsidi milik Pertamina, namun peningkatan harga tersebut hendaknya dilakukan dengan cermat. Pasalnya, selain elpiji, sejumlah tarif lain akan naik, yaitu Tarif Dasar Listrik (TDL), jalan tol dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Terang saja, empat tarif tersebut akan berdampak kepada daya beli masyarakat.

“Tentunya daya beli masyarakat akan semakin rendah karena respon masyarakat terhadap kenaikan itu cukup besar. Selain itu juga kepada inflansi, makanya pemerintah harus dengan benar-benar memperhatikan ini,” kata Tulus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×