Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Bagi perusahaan yang melakoni aktivitas ekspor maupun impor, naik-turun nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tentu menjadi perhatian utama. Tak terkecuali PT Ace Hardware Tbk, yang banyak menjual produk impor.
Menurut laporan keuangan per 30 September 2016, pembelian impor Ace Hardware tercatat 69,19% terhadap total pembelian. Dengan total pembelian Rp 1,94 triliun, berarti belanja barang-barang impor perusahaan mencapai Rp 1,34 triliun.
Pembelian impor Ace Hardware hingga kuartal III 2016 tersebut lebih kecil ketimbang kuartal III 2015, baik dalam persentase maupun nilai. Pada kuartal III 2015, persentase pembelian impor mereka 74,48% terhadap total pembelian Rp 2,08 triliun. Jadi kalau dihitung, pembelian impor Ace Hardware kuartal III 2015 yakni Rp 1,55 triliun.
Sementara mengintip Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (4/11) tercatat Rp 13.048, atau menguat dalam sejak awal tahun sebesar 5,37%. Pada akhir tahun 2015 lalu rupiah bertengger di Rp 13.788.
Ace Hardware sadar menanggung risiko fluktuasi kurs yang tinggi. Namun mereka mengaku selama ini selalu bisa menjaga kestabilan margin laba. "Kalau dampak rupiah, kami selalu pass on ke konsumen dengan demikian margin laba stabil dan selama ini kami masih stabil ya," terang Helen R. Tanzil, Sekretaris Perusahaan PT Ace Hardware Tbk kepada KONTAN, Jumat (4/11).
Sepanjang sembilan bulan tahun ini, Ace Hardware mencatatkan penjualan bersih Rp 3,55 triliun dan laba bersih Rp 476,21 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan itu mengantongi penjualan Rp 3,46 triliun dan laba bersih Rp 393,26 miliar.
Perseroan menakar, paling tidak hingga akhir tahun 2016 bisa membukukan pertumbuhan penjualan 5%. Sementara target pertumbuhan laba bersih mereka 10%–11%. Selebihnya, belum ketahuan, target dan rencana bisnis Ace Hardware tahun depan.
Hingga 30 September 2016, Ace Hardware mengoperasikan 122 gerai ritel. Fokus pengembangan gerai merek masih di Jawa. "Ada beberapa gerai di luar Jawa tapi akan lebih banyak di dalam Pulau Jawa," terang Helen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













