kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

ADB pinjami US$ 300 juta untuk tingkatkan proyek panas bumi di Indonesia


Jumat, 29 Mei 2020 / 12:26 WIB
ADB pinjami US$ 300 juta untuk tingkatkan proyek panas bumi di Indonesia
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Sulawesi Utara

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank /ADB) menyetujui pinjaman senilai US$ 300 juta untuk membantu proyek badan usaha milik negara (BUMN) PT Geo Dipa Energi (GDE) dalam menambah kapasitas pembangkit listrik panas bumi sampai dengan 110 megawatt di Pulau Jawa.

Wilayah ini dinilai sebagai lokasi jaringan kelistrikan terbesar di Indonesia dan merupakan pasar yang paling menantang bagi pengembangan energi terbarukan. Selain itu, ADB juga akan mengelola pinjaman sebesar US$ 35 juta dari Clean Technology Fund (CTF) untuk proyek ini.

Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) catatkan laba bersih US$ 74,1 juta di kuartal I-2020

Direktur ADB untuk Indonesia Winfried F. Wicklein mengatakan, pembiayaan proyek panas bumi dari ADB akan membantu Indonesia dalam memerangi perubahan iklim dan menjadikan sistem kelistrikan dalam negeri agar lebih berkelanjutan, andal, dan efisien.

Sekaligus juga membantu dunia usaha dan konsumen mengakses energi yang terjangkau, andal, dan modern. “Bantuan kami sejalan dengan sasaran jangka panjang Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan energi, termasuk memaksimalkan penggunaan sumber daya energi dari dalam negeri, menambah bauran energi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Winfried di dalam keterangan resmi, Jumat (29/5)

Winfried memperkirakan, Indonesia memiliki potensi panas bumi mencapai 29 gigawatt (GW) yang merupakan potensi panas bumi terbesar di dunia. Saat ini saja, Indonesia telah memiliki kapasitas terpasang panas bumi sebesar 2,1 GW yang merupakan terbesar kedua di dunia.

Memang sebelumnya operasi sektor swasta ADB telah lama mendukung berbagai proyek panas bumi di Muara Laboh, Rantau Dedap, dan Sarulla. Namun, pengembangan tenaga listrik dari panas bumi masih berlangsung lambat, terutama karena fase eksplorasi yang mahal, lama, dan berisiko tinggi.

Baca Juga: Asyik, Pertamina hadirkan SPBU mini di 10 desa terpelosok di Jawa Tengah

Nantinya, proyek yang disetujui ADB ini akan mendukung pembangunan dan commissioning dua pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dikelola oleh PT Geo Dipa Energi (GDE) di Dieng Jawa Tengah, dan Patuha Jawa Barat.

Proyek ini juga akan meningkatkan kapasitas pengembangan PT GDE dan mendukung pelibatan erat masyarakat sekitar, termasuk kelompok perempuan dan kelompok rentan lainnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×