kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Aih, Listrik Masih Byar-Pet Juga!


Rabu, 21 Juli 2010 / 18:02 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie |


JAKARTA. PT PLN (Persero) kehilangan daya sebesar 700 mw akibat rusaknya Gardu Induk (GI) Muara Karang. Menurut General Manager PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang (Disjaya), Purnomo Willy, rusaknya GI Muara Karang tersebut akibat dari pecahnya isolator dari dua unit trafo milik GI Muara Karang. GI Muara Karang tersebut menerangi sekitar 12% wilayah Jakarta dan Sekitarnya.

"Tapi kita sudah memperbaikinya dan sebagian sudah ada yang menyala," kata Purnomo Willy lewat sambungan telepon dengan KONTAN, Rabu (21/7).

Beberapa wilayah yang terkena pemadaman adalah Cengkareng, Kebon Jeruk, Kebayoran (sebagian sudah nyala), Kemang, Buncit, Budi Kemuliaan, Tangerang, Jakarta Utara (Pluit dan Muara Karang), dan Kebon Sirih.

Menurut Purnomo, pemadaman listrik terjadi sejak pukul 09.40 WIB pagi tadi. Sejumlah wilayah sudah menyala kembali; hanya wilayah Tangerang dan Jakarta Utara yang belum menyala.

"Untuk Tangerang baru nanti malam akan menyala kembali sedangkan untuk Jakarta Utara baru besok akan menyala. Sehingga total pemadaman listrik sebesar 27 jam," kata Purnomo.

Menurut Purnomo, PLN sudah melakukan serangkaian antisipasi untuk memulihkan kembali kondisi GI Muara Karang. Yakni dengan cara mengganti isolator pada dua unit trafo tersebut. Menurut Purnomo dengan rusaknya GI Muara Karang, PLN berpotensi kehilangan pendapatan lebih dari Rp 15 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×