kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Akuisisi Narindo, Kioson bidik pasar lapis kedua


Kamis, 12 Oktober 2017 / 16:54 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) memastikan pendapatannya tahun ini jauh lebih moncer seiring dengan tuntasnya akuisisi 99% saham Narindo Solusi Komunikasi.

Direktur Utama KIOS Jasin Halim mengatakan, setelah akuisisi tersebut, KIOS bakal meraup pendapatan Rp 500 miliar hingga akhir tahun nanti. "Ini setara dengan pertumbuhan pendapatan hingga 1.900% secara tahunan," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/10).

Narindo merupakan salah satu penyedia e-voucher terlengkap di Indonesia. Sementara, KIOS telah memiliki jaringan distribusi 19.000 mitra kios yang tersebar di ratusan kota di Indonesia.

Dengan akuisisi tersebut, KIOS telah menguasai hulu hingga hilir bisnis O2O yang dijalaninya. Sementara, bagi Narindo, akuisisi ini akan membantu mereka dalam mendistribusikan berbagai layanan digital yang disediakan perusahaan.

Selain menguntungkan KIOS dan Narindo, pasokan yang lebih pasti ini juga akan membantu mitra-mitra kios usaha mikro di kota lapis kedua Indonesia dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggannya.

KIOS akan selalu berupaya untuk membangun kepercayaan bahwa layanan digital dapat membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan dan memudahkan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Pasokan layanan yang baik akan membantu kami mendorong inklusi digital di kota-kota lapis kedua di Indonesia,” imbuh Jasin.

Seperti diketahui, KIOS baru saja menghelat initial public offering (IPO) dan merayap dana segar Rp 45 miliar. Sebesar 78,95% dana IPO tersebut digunakan untuk mengakuisisi Narindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×