Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pertambangan pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam memandang prospek kinerja usaha pada 2026 tetap positif, seiring harga emas global yang masih bertahan di level relatif tinggi serta karakter emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja operasional, menjaga efisiensi biaya, serta memperkuat strategi pemasaran untuk memastikan pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkelanjutan.
“Seiring dengan harga emas global yang masih berada pada level relatif tinggi dan didukung oleh karakter emas sebagai aset lindung nilai, ANTAM memandang prospek kinerja tahun 2026 tetap positif,” ujar Wisnu kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Kargo Gratis Pelita Air Siap Distribusi Bantuan ke 3 Bandara di Sumatra
Meski demikian, ANTAM tetap mencermati berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi kinerja, termasuk kondisi geopolitik dan arah kebijakan moneter global, sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko perseroan.
Dari sisi operasional, ANTAM menargetkan produksi emas pada 2026 relatif sejalan dengan realisasi tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional tambang serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan produksi.
Wisnu menjelaskan, kontributor utama produksi emas ANTAM pada 2026 masih berasal dari tambang emas yang telah beroperasi, khususnya Tambang Pongkor, serta pasokan emas dari domestik.
Sementara itu, dari sisi penjualan, ANTAM optimistis permintaan emas domestik masih akan tetap kuat. Permintaan tersebut didorong oleh kebutuhan investasi dan lindung nilai masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Pada prinsipnya, ANTAM akan mengoptimalkan penyerapan pasar terhadap seluruh produksi emas dengan dukungan jaringan distribusi yang luas serta inovasi produk logam mulia,” kata Wisnu.
Untuk menjaga margin usaha tetap sehat, ANTAM menerapkan strategi pengendalian biaya secara disiplin, peningkatan produktivitas, serta penerapan operational excellence di seluruh lini bisnis. Perseroan juga memperkuat tata kelola risiko dalam menghadapi fluktuasi biaya operasional maupun pergerakan harga emas.
Adapun belanja modal (capex) ANTAM pada 2026 akan dialokasikan secara selektif dan terukur. Fokus capex diarahkan pada keberlanjutan operasi tambang, pengembangan dan pemeliharaan fasilitas produksi, kegiatan eksplorasi guna menjaga cadangan jangka panjang, serta peningkatan aspek keselamatan dan lingkungan.
“Perseroan memastikan setiap penggunaan belanja modal sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan prinsip good mining practice,” pungkas Wisnu.
Baca Juga: Bridgestone Indonesia Resmikan Toko Model Signature Perdana
Selanjutnya: Investor Konservatif Wajib Tahu, Cek Risiko Reksa Dana Pendapatan Tetap 2026
Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 13-26 Januari 2026, Sensodyne-Dove Diskon hingga 40%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













