kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

API Dukung Wajib Pasok Batubara dalam Negeri


Selasa, 25 November 2008 / 09:26 WIB
API Dukung Wajib Pasok Batubara dalam Negeri


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. Urusan wajib pasok batubara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) ternyata bukan hanya urusan PT PLN (Persero) dengan produsen batubara. Industri pengguna listrik juga mendesak segera diberlakukannya DMO agar pasokan listrik yang mereka gunakan tidak tersendat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy menyebut 70% tenaga produksi industri tekstil berasal dari listrik PLN. Bahkan industri garmen membutuhkan 100% listrik PLN.

"Jadi kebutuhan PLN yang harus dipenuhi dulu. Jangan pakai alasan PLN bayarnya nunggak lalu tidak dipasok," ujar Ernovian melalui pesan singkatnya kepada KONTAN,
Senin (24/11).

Ernovian berpesan, di tengah kesulitan yang dihadapi industri tekstil akibat krisis keuangan global sekarang ini sebaiknya pemerintah membantu sedikit dengan mendesak produsen batubara menjamin pasokan dalam negerinya. Campur tangan pemerintah sedikit banyak akan membantu industri tekstil mendapat kepastian pasokan tenaga produksinya.

"Memang betul semua kinerja sektor riil termasuk industri tekstil sedang menurun akibat krisis keuangan global ini. Tapi kan bukan berarti batubara itu lebih baik di ekspor," tambahnya.

Ernovian berhitung kebutuhan batubara yang digunakan industri tekstil dalam negeri sebesar 4 juta sampai 5 juta ton per tahun. Setiap akhir tahun, asosiasi selalu menyampaikan kebutuhannya kepada Departemen Perindustrian yang kemudian diteruskan ke Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×