kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

APIDMI: Volume Penjualan Minuman Beralkohol Impor Sudah Mendekati Kondisi Pra Pandemi


Selasa, 28 November 2023 / 17:18 WIB
APIDMI: Volume Penjualan Minuman Beralkohol Impor Sudah Mendekati Kondisi Pra Pandemi
ILUSTRASI. Volume penjualan produk minuman beralkohol (minol) impor di pasar Indonesia sudah mengalami pemulihan


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Penguasaha Importir dan Distributor Minuman Minuman Indonesia (APIDMI) mengungkap bahwa volume penjualan produk minuman beralkohol (minol) impor di pasar Indonesia sudah mengalami pemulihan signifkan dibandingkan posisi pada saat pandemi lalu. 

Sekretaris Jenderal APIDMI Ipung Nimpuno menyebutkan, volume penjualan minol di tahun ini sudah mendekati volume penjualan seperti sebelum pandemi. Faktor pendorongnya adalah peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. 

Meski begitu, kondisinya memang belum kembali kepada masa pra pandemi. “Karena dipengaruhi kondisi ekonomi global, seperti perang Ukraina - Rusia ditambah situasi Timur Tengah Israel Hamas yang sedang panas,” ungkap Ipung, kepada Kontan.co.id, Senin (27/11). 

Baca Juga: Industri Pariwisata Bergeliat, Setoran Cukai Minuman Beralkohol Capai Rp 6,32 Triliun

Walaupun secara volume sudah mendekati kondisi sebelum pandemi, APIDMI memproyeksikan penjualan minol impor tidak akan tumbuh signifikan di periode libur akhir tahun ini.

 Lagi-lagi penyebabnya adalah situasi politik saat ini, sehingga konsumen dinilai lebih memilih menahan diri untuk spending uang sambil melihat situasi politik yang terjadi. 

Baca Juga: Produksi Menurun, Setoran Cukai Minuman Beralkohol Hanya Rp 5,54 Triliun

Kondisi tersebut diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2024 mendatang. APIDMI pun berharap situasi politik tahun depan aman, terkendali dan kondusif.

“Volume penjualan 2024 kami prediksi akan tertekan karena situasi politik terkait pilpres ,pilkada dan pileg,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×