kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

APINDO Minta UMKM Pelajari Selera Pasar Sebelum Ekspor


Jumat, 16 Oktober 2026 / 18:19 WIB
APINDO Minta UMKM Pelajari Selera Pasar Sebelum Ekspor
ILUSTRASI. Pelatihan fotografi produk UMKM (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)


Reporter: Genta Disa | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-TANGERANG. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memetakan pasar tujuan sebelum melakukan ekspor.Langkah ini diperlukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan selera konsumen sekaligus memenuhi persyaratan di negara tujuan.

Wakil Ketua Bidang Perdagangan APINDO, Joan Kwee Jahja mengatakan, kesiapan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk.

Baca Juga: Investasi EBT Berpotensi Tembus Rp 2.967 Triliun, Ini Target Pemerintah

Pelaku UMKM juga perlu memperhatikan kemasan, standar produk, sertifikasi, pelabelan, hingga kesesuaian selera dengan konsumen di negara tujuan.

“Yang pertama bukan masalah peraturan, tapi juga masalah selera negara tersebut, cocok enggak dengan kita? Kalau enggak cocok Anda paksain, setengah mati Anda edukasi pasar,” ujar Jahja dalam seminar Ekspansi Ekspor ke Kawasan Asia dan Pasifik pada gelaran TEI Ke-41, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, pelaku usaha perlu menentukan pasar yang sesuai dengan karakteristik produknya. Ia mencontohkan peluang produk olahan perikanan, kopi, dan durian di China. Meski permintaan di pasar tersebut dinilai besar, eksportir tetap perlu memahami persyaratan untuk bisa memasukkan produknya.

Jahja juga menyoroti pentingnya pemilihan produk untuk dikembangkan ke pasar ekspor. Ia menyebut abon ikan sebagai salah satu alternatif produk olahan yang dapat dijajaki, sehingga pelaku usaha tidak hanya berfokus pada produk yang sudah banyak ditawarkan, seperti kerupuk dan sambal.

Selain menentukan produk dan pasar, pelaku UMKM juga perlu memanfaatkan fasilitas pameran dagang untuk mencari pembeli yang berpotensi menjalin kerja sama ekspor secara berkelanjutan, bukan sekadar menjual produk selama pameran.

“Jangan cuma pengin jualan di sana, pamerin, enggak bisa nyari pembeli, terus penginnya jualan, pas mau pulang dijual habis, supaya apa? Bisa beli oleh-oleh. Anda harus pergi ikut pameran yang disediakan fasilitasnya adalah untuk mencari buyer yang nanti berkelanjutan ekspor,” katanya.

Untuk mengenali pasar tujuan, pelaku usaha dapat mencari informasi melalui internet, media sosial, atase perdagangan, perwakilan diplomatik Indonesia, serta diaspora.

Ia menjelaskan, atase perdagangan dapat membantu menyediakan informasi pasar dan memperkenalkan calon mitra, sedangkan transaksi tetap dilakukan oleh eksportir dan pembeli.

Peningkatan ekspor UMKM juga membutuhkan dukungan pelatihan dan pendampingan, serta kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Baca Juga: Proxsis & Co Genjot Solusi AI Korporasi, Buka Peluang IPO Tiga - Lima Tahun ke Depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×