kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Apindo: Pengusaha berharap adanya kestabilan rupiah


Kamis, 31 Mei 2018 / 16:12 WIB
Apindo: Pengusaha berharap adanya kestabilan rupiah
ILUSTRASI. Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakstabilan nilai tukar rupiah menyebabkan para pengusaha khawatir. Pasalnya, pelemahan signifikan rupiah membuat membuat harga bahan baku yang kebanyakan diimpor menjadi lebih mahal.

"Kami khawatir, rupiah sangat fluktuatif, kami berharap adanya kestabilan rupiah," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Kamis (31/5).

Lanjut Hariyadi, hal terpenting saat ini bagi rupiah adalah mencapai keseimbangan baru supaya tidak mengacaukan perhitungan biaya para pengusaha.

Meskipun perlemahan rupiah menjadi hal yang baik bagi ekspor, menurutnya, saat ini kebanyakan bahan baku masih disuplai dari luar negeri, sehingga neraca perdagangan menjadi negatif.

Terkait tingkat suku bunga, Hariyadi menilai, saat ini suku bunga Bank Indonesia masih di level wajar, sehingga pengusaha tidak perlu  panik maupun over reaktif dengan keputusan kenaikan suku bunga. Meski demikian, ia mengakui, kenaikan suku bunga ini hal yang berat bagi pengusaha.

Menurut Hariyadi, hal yang paling ditakutkan ketika suku bunga terlalu tinggi adalah ekonomi bakal melambat, karena pengusaha akan menahan ekspansi. Idealnya, BI menstabilkan rupiah terlebih dahulu, lalu sektor riil bisa digenjot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×