kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.878   8,00   0,05%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

APKI proyeksi produksi pulp tumbuh 6%


Minggu, 03 Januari 2016 / 15:10 WIB
APKI proyeksi produksi pulp tumbuh 6%


Reporter: Mona Tobing | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Produksi bubur kertas (pulp dan kertas) nasional tahun ini diproyeksi tumbuh 6%. Hal ini disumbang dari beroperasinya dua pabrik pulp dan kertas baru.

Rusli Tan, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengatakan, potensi kenaikan produksi pulp dan kertas didorong dua faktor. Pertama, faktor dalam negeri dengan beroperasinya dua pabrik baru di Ogan Kemiring Ilir, Palembang dengan kapasitas produksi sebesar 2 juta metrik per ton per tahun.

Ada pula pabrik di Riau dengan kapasitas produk sebesar 250.000 metrik per ton per tahun. Kedua pabrik ini diyakini akan berkontribusi terhadap kenaikan produksi pulp dan kertas dalam negeri.

Kedua, faktor dari luar negeri yakni ketersediaan bubur kertas asal Skandinavia. Harga pulp dan kertas di negara empat musim terbilang mahal mencapai US$ 800 per metrik ton sejak dua tahun lalu.

"Produk pulp dan kertas asal Skandinavia harganya tidak kompetitif dibandingkan produk asal Indonesia. Sebab, produksi mereka terbilang kurang efisien. Produk Indonesia berpeluang untuk mengisi kebutuhan pasar dunia dengan harga pulp dan kertas lokal lebih murah," terang Rusli pada Minggu (3/1).

Rusli memproyeksikan produksi pulp dan kertas dalam negeri bisa naik 6% tahun ini. Tahun 2017 diharapkan produksi bisa tumbuh mencapai 20%. Sayang, Rusli tidak menyebut berapa realisasi produksi pulp dan kertas 2015.

Di sisi lain, APKI meminta pemerintah juga dapat menjaga kondisi iklim usaha dalam negeri kondusif. "Misalnya memastikan baham baku tersedia. Ini faktor penting menjaga produksi harga pulp dan kertas Indonesia stabil," tandas Rusli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×