Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) bergerak cepat memacu ekspansi bisnis berbasis energi matahari.
Setelah pada 24 Agustus 2026 resmi mengakuisisi PT Endorshine Energy Solutions, kini ARKO melanjutkan penambahan portofolio Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan membangun tiga proyek PLTS baru yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS).
Ekspansi ARKO kali ini diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC). Perjanjian tersebut dilakukan melalui PT Endorshine Energi Matahari (EEM), anak usaha ARKO yang fokus untuk proyek PLTS.
Proyek PLTS tersebut akan menjadi proyek PLTS ketiga, keempat, dan kelima milik ARKO, dengan total kapasitas 34 Megawatt peak (MWp) yang dilengkapi dengan BESS seebsar 28,3 Megawatt hour (MWh).
Baca Juga: Progres Group Gandeng Hero Perkuat Ekosistem Paradise Resort City
Direktur Arkora Hydro, Ricky Hartono mengungkapkan bahwa kehadiran BESS pada ketiga proyek ini menjadi elemen pembeda utama dibandingkan portofolio PLTS ARKO sebelumnya. BESS memungkinkan energi surya yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan didistribusikan sesuai kebutuhan, termasuk pada malam hari atau saat cuaca mendung, sehingga pasokan listrik tetap stabil dan andal sepanjang waktu.
Setelah PLTS pertama dan kedua, perjanjian operational lease ini semakin menggarisbawahi babak baru bagi ARKO yang akan turut membangun proyek dari awal sekaligus untuk pertama kalinya mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi (BESS).
Menurut Ricky, proyek PLTS yang akan berdiri di BIC, BIIE, dan BRC menegaskan langkah ARKO dalam berinovasi pada teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang lebih mutakhir.
"Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut. Ini juga merupakan upaya kami dalam memaksimalkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh mitra kami," kata Ricky melalui keterangan tertulis yang disampaikan kepada Kontan.co.id, Kamis (27/8/2026).
Dengan perjanjian baru ini, ARKO kini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW. Terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (62,8 MW) dan 5 proyek PLTS dengan total kapasitas 55,3 MWp, yang di dalamnya terdapat 3 proyek PLTS yang disertai dengan BESS 28,3 MWh.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, ARKO masih memiliki total kapasitas yang ada di dalam pipeline lebih dari 300 MW. Ricky mengatakan bahwa hal ini menegaskan peluang ekspansi lebih lanjut di sektor EBT dan mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target transisi energi serta Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh, baik secara organik maupun anorganik, sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan dan mendukung percepatan transisi energi nasional," tutup Ricky.
Sebagai informasi, berikut lima portofolio proyek PLTS milik ARKO:
- PT Batamindo Industrial Park dengan kapasitas PV 11,1 MWp
- PT Bintan Resort Cakrawala (10,2 MWp)
- PT Batamindo Investment Cakrawala (11,5 MWp dengan BESS kapasitas 11,4 MWh)
- PT Bintan Inti Industrial Estate (12,5 MWp dengan BESS kapasitas 5,6 MWh)
- PT Bintan Resort Cakrawala (10 MWp dengan BESS kapasitas 11,3 MWh).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














