kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Arus balik lewat pesawat membludak H+7


Selasa, 14 September 2010 / 21:58 WIB
Arus balik lewat pesawat membludak H+7


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Seluruh maskapai yang melayani penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta bakal kebanjiran order untuk mengantar penumpang pada H+7 atau Jumat (17/9).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Herry Bakti S Gumay memprediksi di hari itu akan terjadi puncak arus balik kaum urban Jakarta dan kota-kota sekitarnya dari seluruh Indonesia.

"Jumlahnya diperkirakan lebih dari 140.000 penumpang. Sampai hari ini, arus balik masih lancar tidak ada hambatan. Memang ada sejumlah penerbangan yang delay karena akumulasi arus mudik, tapi tidak terlalu signifikan," kata Herry saat mengunjungi Posko Angkutan Lebaran Terpadu Nasional di Kemhub, Selasa (14/9).

Sejak H+2 kemarin, mantan Administrator Bandara Soekarno-Hatta itu menghitung jumlah penumpang pesawat ke Cengkareng masih di kisaran 110.000 sampai 114.000 penumpang per harinya.

"Jadi pada Jumat atau Sabtu dipastikan Soekarno-Hatta akan lebih ramai. Penumpang yang mudik dengan pesawat biasanya akan kembali dengan pesawat. Jadi jumlahnya tidak akan jauh dari 140.000 penumpang per harinya. Angka ini lebih tinggi 10%-15% dibanding realisasi Lebaran tahun lalu," imbuhnya.

Herry menyebut, satu-satunya kendala dalam mengoperasikan pesawat untuk melayani pemudik tahun ini adalah cuaca. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan memperketat pengawasan ramp check sebelum pesawat diberangkatkan. "Sementara kalau soal tarif, semua maskapai sudah tertib. Tidak ada yang berani main-main dengan tarif batas atas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×