kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.682   38,52   0,68%
  • KOMPAS100 734   6,20   0,85%
  • LQ45 557   4,12   0,75%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   1,73   0,55%
  • IDXHIDIV20 389   -0,44   -0,11%
  • IDX80 83   0,69   0,83%
  • IDXV30 106   -0,49   -0,46%
  • IDXQ30 102   0,14   0,14%

ASDP Ambon bidik kenaikan laba 7% di tahun ini


Kamis, 12 Mei 2016 / 19:09 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Dioperasikannya Jembatan Merah Putih menjadi salah satu penyebab ditutupnya rute penyeberangan Poka Galala di Ambon, Maluku. Namun, hal itu tidak lantas mengubah target laba PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Burhan Zahim menyebutkan, pada tahun ini ASDP cabang Ambon membidik target laba Rp 15,6 miliar. Target laba itu naik sebesar 7% dari perolehan laba tahun 2015 sebesar Rp 14,9 miliar.

"Kami yakin target laba tahun ini tetap tercapai, meskipun potensi pendapatan dari lintasan Poka-Galala sudah hilang. Kami telah berkomitmen untuk tetap berkontribusi kinerja yang positif bagi perusahaan," kata Burhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/5).

Saat ini, ASDP Ambon harus bergantung pada dua rute penyeberangan yang masih beroperasi yakni Galala-Namlea dan juga Hunimia-Waipirit.

"Dua lintasan ini sekarang menjadi tulang punggung. Karena itu, kami meningkatkan layanan di kapal dengan penyediaan ruang ekonomi dan bisnis yang memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jasa," imbuh Burhan.

Dengan adanya peningkatan layanan tersebut, ASDP akan menaikkan harga jasa pengangkutan penyebrangan. Burhan mengklaim, kenaikan tarif dari 78.000 menjadi Rp 122.000 per orang, tidak membebani konsumen lantaran diiringi dengan adanya peningkatan layanan tadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×