kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Asosiasi Pedagang Pasar Waspadai Lonjakan Harga Cabai di Tengah El Niño


Senin, 12 Oktober 2026 / 20:21 WIB
Asosiasi Pedagang Pasar Waspadai Lonjakan Harga Cabai di Tengah El Niño
ILUSTRASI. Harga cabai rawit di Ternate melonjak (ANTARA FOTO/Andri Saputra)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mewaspadai potensi lonjakan harga cabai di tengah ancaman El Niño.

Gangguan cuaca yang memengaruhi produksi dan distribusi berisiko menekan pasokan serta mendorong kenaikan harga pangan.

Ketua DPW APPSI Ngadiran mengatakan, harga cabai di pasar saat ini telah menembus Rp 100.000 per kilogram (kg). Meski kenaikannya belakangan relatif tipis, ia berharap harga tidak kembali melonjak.

“Untuk saat ini harga lumayan, khususnya cabai lebih dari Rp 100.000 per kg. Kemarin ada kenaikan sedikit, semoga tidak melonjak,” kata Ngadiran kepada KONTAN, Senin (12/10/2026).

Sebelumnya, Bapanas mencatat harga cabai rawit merah naik 5,28% menjadi Rp 93.566 per kg pada pekan pertama Oktober 2026 dibandingkan pekan terakhir September 2026.

Baca Juga: IKAPPI Desak Pembenahan Tata Niaga Ayam dan Telur

Pada periode yang sama, harga cabai merah keriting meningkat 17,43% menjadi Rp 78.076 per kg dan cabai merah besar naik 11,75% menjadi Rp 60.009 per kg.

Ngadiran menambahkan, pasokan daging juga mendapat kontribusi dari impor. Sementara untuk cabai, produk yang lazim diimpor antara lain cabai kering dari India, bergantung pada aktivitas importir.

Di sisi lain, Bapanas memperkirakan ketersediaan cabai rawit dan daging ayam secara nasional masih mencukupi kebutuhan hingga akhir 2026.

Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional yang diperbarui pada 3 Oktober 2026, surplus cabai rawit diperkirakan mencapai 62.643 ton dan daging ayam 479.737 ton.

Meski demikian, kecukupan pasokan nasional tidak serta-merta menjamin kestabilan harga di setiap daerah. Pemerintah mengantisipasi gejolak harga melalui Fasilitasi Distribusi Pangan, Kerja Sama Antar Daerah, dan Gerakan Pangan Murah.

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Kaji Target Produksi CPO 2027 di Tengah Ancaman El Nino

Untuk sektor peternakan, pemerintah juga mengoptimalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung guna membantu menjaga keterjangkauan harga bahan pakan.

Kenaikan harga cabai perlu diwaspadai karena komoditas tersebut termasuk kelompok pangan bergejolak (volatile food) yang dapat memengaruhi inflasi.

Kelancaran distribusi dan efektivitas langkah stabilisasi pemerintah menjadi faktor penting untuk meredam potensi lonjakan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×