kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

ASPIDI: Daging Sapi Beku Memang Diedarkan di Pasar Tradisional


Kamis, 10 Juni 2010 / 07:56 WIB
ASPIDI: Daging Sapi Beku Memang Diedarkan di Pasar Tradisional


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging (ASPIDI) Thomas Sembiring tidak memungkiri bahwa daging sapi beku impor sebagian diedarkan di pasar-pasar tradisional. Hanya saja, volumenya sangat tipis alias sedikit.

“Lebih dari 50% daging beku impor itu diperuntukkan bagi industri, sisanya untuk konsumsi. Lagipula masyarakat itu punya preferensi untuk mengkonsumsi daging segar, bukan daging beku,” kata Thomas.

Asal tahu saja, impor daging sapi setiap tahun terus meningkat. Menurut data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian, impor daging sapi tahun 2009 mencapai 75.171 ton, 57.089 ton dalam bentuk daging, 18.082 ton adalah jeroan.

Volume itu lebih tinggi dibanding tahun 2008 yang hanya 70.039 ton, 49.185 ton merupakan daging nya dan 20.854 ton jeroan.

Sementara itu hingga Mei 2010 realisasi impor daging sapi mencapai 7.095 ton. Tahun ini, impor daging ditargetkan turun 5% dibanding tahun lalu.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, ada laporan dari daerah di Jawa Tengah, daging beku sudah masuk ke pasar-pasar becek di tingkat kecamatan. Dikhawatirkan, daging beku impor itu akan merugikan peternak lokal.

“Kita akan sidak karena tidak hanya di Jawa Tengah tapi di seluruh wilayah. Soal dimana itu, rahasia, nanti keburu bocor,” katanya.

Data Impor Daging Sapi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×