Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa izin operasional sumur rakyat kini telah diperluas hingga ke wilayah Aceh.
Bahlil menambahkan bahwa telah menyetujui penjualan hasil produksi sumur rakyat di Aceh tersebut bakal di serap oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri.
"Untuk sumur-sumur rakyat yang sudah kita berikan izin, sebagiannya sudah berproduksi di Sumatra, di Jawa, itu sudah. Kemarin saya lagi menandatangani lagi yang untuk Aceh," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Pangkas Sumber Minyak, DEN Dorong Diversifikasi Sumber Impor
Bahlil mengungkapkan, kebijakan ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendongkrak angka lifting minyak nasional di tengah tantangan penurunan produksi.
"Dan yang kedua, ini juga bisa meningkatkan lifting. Nah, jumlahnya berapa? Nanti saya cek lagi terakhirnya berapa ya" ungkapnya.
Terkait dengan kepastian tata niaga hasil produksinya di lapangan, pemerintah telah menunjuk perusahaan energi besar untuk menyerap minyak dari wilayah tersebut.
Bahlil Lahadalia memastikan bahwa hasil produksi dari sumur-sumur rakyat di Aceh nantinya akan dikelola langsung melalui kerja sama dengan PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Pertamina (Persero).
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Pangkas Sumber Minyak, DEN Dorong Diversifikasi Sumber Impor
"Ada dua, Medco dan Pertamina," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














