kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Bangun Irigasi di Wanam, Kementerian PU Targetkan Panen Perdana November


Jumat, 09 Oktober 2026 / 21:15 WIB
Bangun Irigasi di Wanam, Kementerian PU Targetkan Panen Perdana November
ILUSTRASI. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membangun jaringan saluran air sepanjang 133 kilometer (km) di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, hingga 1 Oktober 2026. 

Pembangunan infrastruktur sumber daya air ini ditujukan untuk mendukung pengembangan lahan pertanian dan memperkuat pasokan air di kawasan tersebut.

Realisasi pembangunan tersebut setara 73,9% dari total target jaringan saluran sepanjang 180 km. Infrastruktur yang dibangun mencakup jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta saluran pengendalian banjir.

Baca Juga: GARDA Minta Pengawasan Perpres Ojol Diperketat, Soroti Tarif dan Biaya

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk mendukung kegiatan pertanian di Wanam, terutama saat musim kemarau. Karena itu, pembangunan infrastruktur irigasi menjadi salah satu tahapan awal sebelum pengembangan lahan pertanian diperluas.

“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Saat ini, penanaman padi tahap awal telah dilakukan di lahan percontohan atau demplot seluas sekitar 40 hektare di kawasan KM 21. Pemerintah menargetkan panen perdana berlangsung pada awal hingga pertengahan November 2026.

Dody menyebut, penanaman tersebut menjadi tahap uji coba sebelum pengembangan pertanian dilakukan dalam skala lebih luas. Perluasan penanaman selanjutnya akan menunggu arahan Kementerian Pertanian.

“Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya,” katanya.

Pengembangan KSPEAN Wanam dilakukan secara bertahap. Pemerintah memprioritaskan pengembangan tahap awal, termasuk kawasan seluas 10.000 hektare yang masuk dalam program Quick Win. 

Tahap selanjutnya direncanakan terintegrasi dengan pembangunan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Menurut Dody, pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sumber produksi pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Selain pembangunan infrastruktur, Kementerian PU menyatakan akan melibatkan masyarakat setempat dalam pekerjaan yang dapat dilakukan tenaga kerja lokal.

“Di mana pun kita bekerja, kita wajib mengikutkan warga lokal sebagai pekerja, sebagai apa pun yang memang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal. Ini sesuai arahan Presiden sejak awal,” ujar Dody.

Dengan pembangunan jaringan irigasi dan pengendalian banjir yang masih berjalan, pemerintah berharap pengembangan lahan pertanian di Wanam dapat dilakukan secara bertahap. Panen perdana pada November mendatang akan menjadi salah satu tahapan awal untuk melihat hasil pengembangan kawasan tersebut.

Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Diprediksi Turun Jadi 26,5 Juta Ton pada 2027, Ini Pemicunya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×