kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bangun Kuala Tanjung, Pelindo I butuh Rp 11 T


Kamis, 03 November 2016 / 19:56 WIB
Bangun Kuala Tanjung, Pelindo I butuh Rp 11 T


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I menargetkan pembangunan fisik pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara tahap kedua bisa dilakukan pada tahun 2017. Proyek tersebut membutuhkan dana investasi sekitar Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun.

Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana mengatakan, "Pelindo I sudah mesti memulai konstruksi fisik pada semester II tahun depan untuk pelabuhan Kuala Tanjung tahap kedua. Pembangunan pelabuhan tersebut akan bekerja sama dengan pengembang pelabuhan asal Belanda, Port of Rotterdam. Selain itu, perusahaan juga akan mencari investor lain.

Adapun sumber pendanaan pembangunan tersebut berasal dari kas internal. Sisanya, berasal dari dana penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) anak perusahaan. Pelindo I mengestimasikan bisa menggenggam dana US$ 200 juta hingga US$ 250 juta dari IPO tersebut.

"IPO anak perusahaan akan dilakukan tahun depan. Saat ini, kami masih melakukan diskusi dengan Danareksa dan Kementrian BUMN untuk IPO tersebut sehingga pelaksanaannya jangan sampai bertabrakan dengan IPO anak usaha BUMN lainnya," ujarnya, Kamis (3/11)..

Sementara itu, pelabuhan Kuala Tanjung tahap pertama ditargetkan bisa beroperasi pada kuartal II-2017. Sedangkan untuk tahap kedua diperkirakan akan beroperasi pada 2019.

"Untuk tahap kedua ini, kami akan menyatukan kawasan industri dengan pelabuhan, sehingga prosesi industri akan berada di dekat pelabuhan dan bisa menekan biaya transportasi untuk bahan baku maupun bahan jadi karena menjadi lebih terintegrasi," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×