kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BBM Naik, Harga Produk Elektronik Rumah Tangga Bakal Ikut Terkerek


Kamis, 25 Agustus 2022 / 22:42 WIB
ILUSTRASI. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis pertalite dan solar bakal naik dalam waktu dekat. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite dan solar bakal naik dalam waktu dekat. Berbagai industri pun ikut terdampak, tak terkecuali industri elektronik.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Daniel Suhardiman mengatakan, biaya logistik yang terbebani harga BBM membebani distribusi barang elektronik. Dari situ, berdampak bagi harga jual beberapa produk elektronik terutama produk elektronik rumah tangga.

"Yang paling terdampak alat-alat rumah tangga karena volumenya besar, misalnya seperti lemari es, kipas angin, mesin cuci yang secara ukuran besar tapi harganya murah. Namun produk IT seperti handphone, laptop dan televisi tidak akan terlalu berdampak (harga)," jelas Daniel kepada Kontan.co.id, Kamis (25/8).

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Berpotensi Naik, Begini Komentar Hippindo

Sebetulnya, Daniel menuturkan, pengusaha elektronik berat mengambil keputusan untuk menaikkan harga jual produk. Namun pertimbangannya, tidak mungkin seluruh pemain bisa menyerap biaya-biaya tambahan seperti harga BBM yang naik.

"Logikanya begitu, kita tidak bisa paksakan setiap pemain," ujar Daniel.

Kendati demikian, Daniel bilang, kenaikan harga produk elektronik rumah tangga tidak akan lebih dari 5%. Hal ini karena nilai tersebut sudah menjadi batas kepercayaan diri pengusaha memasarkan produknya. Sebab, apabila harga terlalu tinggi mengurangi pula minat dari penjualan produk tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×