kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.262   -29,33   -0,35%
  • KOMPAS100 1.167   -4,59   -0,39%
  • LQ45 838   -4,23   -0,50%
  • ISSI 296   -0,12   -0,04%
  • IDX30 435   -0,87   -0,20%
  • IDXHIDIV20 520   -0,24   -0,05%
  • IDX80 130   -0,52   -0,40%
  • IDXV30 143   0,82   0,58%
  • IDXQ30 140   -0,37   -0,26%

Begini penerapan sistem manajemen keselamatan migas oleh Chevron Pacific Indonesia


Minggu, 10 Mei 2020 / 14:43 WIB
Begini penerapan sistem manajemen keselamatan migas oleh Chevron Pacific Indonesia
ILUSTRASI. PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyatakan telah melaksanakan audit Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKN) secara mandiri. Hal ini sesuai arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengubah metode audit SMKN bagi perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di tengah wabah virus Corona.

Manager Corporate Communication Chevron Pacific Indonesia Sonitha Poernomo mengatakan, pelaksanaan audit SMKN yang dilakukan secara mandiri oleh Chevron sejalan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Harga minyak kembali reli setelah persediaan minyak di AS sedikit menurun

“Pelaksanaannya cukup efektif karena dapat dilakukan secara jarak jauh sehingga pengaturan logistik dan waktu yang digunakan saat perjalanan dapat dihilangkan,” tutur dia, Sabtu (10/5).

Ia menambahkan, dalam melaksanakan proses audit SMKM secara mandiri, Chevron menyesuaikan beberapa prosedur kerja yang tentu memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja agar kegiatan tersebut bisa memenuhi kaidah PSBB yang berlaku.

Secara umum, bentuk penerapan SMKM oleh Chevron terlihat dari usaha perusahaan migas ini untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pegawai atau mitra kerja sekaligus memastikan keberlangsungan operasi dan produksi migas di tengah pandemi Corona.




TERBARU

[X]
×