kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.792.000   16.000   0,90%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Belum Akhir Tahun, Penyaluran LPG 3 Kg Sudah Overkuota


Senin, 09 Desember 2024 / 20:51 WIB
Belum Akhir Tahun, Penyaluran LPG 3 Kg Sudah Overkuota
ILUSTRASI. Pemerintah menetapkan kuota Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sebesar 8,03 juta metrik ton.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski belum tutup tahun, penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) bersubsidi sudah melebihi kuota atau overkuota dari penetapan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, saat ini overkuota telah berada pada angka 3%.

"Hingga Desember ini, untuk LPG memang ada kelebihan, kurang lebih 3% over quota," ungkapnya saat konferensi pers di gedung Kementerian BUMN, Senin (9/12).

Meski LPG mengalami overkuota, jenis Public Service Obligation (PSO) atau subsidi lain seperti Pertalite dan Solar ungkap Simon masih beradai di bawah kuota.

"Tetapi untuk Pertalite dan Solar masih ada 2% under, masih di bawah kuota 2%," tambahnya.

Baca Juga: Elnusa (ELSA) Pastikan Kelancaran Pasokan LPG Jelang Akhir Tahun

Asal tahu saja berdasarkan catatan Kontan, pada tahun 2024, pemerintah menetapkan kuota LPG 3 kg sebesar 8,03 juta metrik ton.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target subsidi energi tahun ini sebesar Rp 186,9 triliun, yang terdiri dari Rp 113,3 triliun untuk subsidi BBM dan Liquified Petroleum Gas (LPG), serta Rp 73,6 triliun untuk subsidi listrik.

Adapun terkait konsumsi energi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Simon mengatakan pihaknya memprediksi akan ada kenaikan konsumsi untuk bensin (gasoline) dan LPG.

Sedangkan solar akan mengalami penurunan sekitar 3,3% karena adanya pembatasan truk dan angkutan barang.

"Akan ada kenaikan untuk gasolin (bensin) itu sekitar 5%, (kenaikan) LPG kurang lebih 2,7%, sementara untuk solar itu ada penurunan karena kebatasan per-angkutan barang selama Nataru ini," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×