kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bisi International (BISI) Berharap Raih Laba Dobel Digit di Tahun 2022


Selasa, 08 Februari 2022 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Panen hasil benih jagung super hibrida produksi BISI.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bisi International Tbk (BISI) berusaha mempertahankan tren positif kinerja bisnisnya di tahun 2022. Perusahaan ini terus menjaga relasi kemitraan dengan para petani yang menghasilkan berbagai produk pangan.

Presiden Direktur Bisi International Agus Saputra Wijaya menyampaikan, di tahun ini pihaknya optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan laba dobel digit dibandingkan tahun sebelumnya. Potensi tersebut masih sangat terbuka mengingat BISI terus fokus untuk memperkuat kerja sama dan kemitraan penanaman jagung dengan para petani.

“Kami juga akan mengembangkan kemitraan dengan petani di bidang hortikultura, terutama untuk tanaman cabai dan kentang supaya dapat memperkuat posisi daya tawar petani di pasar,” ungkap dia, Selasa (8/2).

Baca Juga: BISI Membidik Pertumbuhan Pendapatan 20% Tahun Ini

BISI ingin para petani benar-benar bisa merasakan keunggulan produk benih perusahaan yang mana produktivitasnya lebih tinggi, sehingga biaya budidaya benih tersebut menjadi lebih rendah. BISI juga akan membantu menghubungkan hasil pertanian dengan benih tersebut dengan pembeli siaga, sehingga para petani yang bermitra bisa memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Lebih lanjut, untuk tahun ini Manajemen BISI menyediakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 82 miliar. Selain untuk kebutuhan rutin seperti perawatan mesin dan peralatan lainnya, capex tersebut juga dipakai untuk menambah mesin-mesin pengemasan (packing) baru pestisida, dan pembangunan gudang dan kantor baru di Makassar, Gorontalo, dan Bima.

 

“Kami juga mengalokasikan capex untuk pembelian mesin panen untuk program kemitraan jagung, menambah armada canvassing, serta pembelian barang modal lainnya,” imbuh Agus.

Dengan alokasi capex yang cukup beragam, diharapkan bisnis BISI ke depannya akan berkembang lebih baik lagi. BISI juga berharap dapat lebih mendekatkan diri ke konsumen-konsumennya, yakni para petani di wilayah pertanian Indonesia melalui program kemitraan.

Sekadar catatan, per kuartal III-2021, penjualan bersih BISI naik 12,97% (yoy) menjadi Rp 1,48 triliun. BISI juga mengalami kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 47,31% (yoy) menjadi Rp 225,90 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×