kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Bisnis Layanan Kanker Bertumbuh, Kebutuhan Perawat Onkologi Bertambah


Senin, 21 September 2026 / 18:12 WIB
Bisnis Layanan Kanker Bertumbuh, Kebutuhan Perawat Onkologi Bertambah
ILUSTRASI. MRCCC Siloam Semanggi (Dok/MRCCC Siloam Semanggi )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan pengobatan kanker turut meningkatkan kebutuhan tenaga keperawatan dengan kompetensi khusus. Perawat tidak hanya mendampingi pasien selama terapi, tetapi juga menangani efek samping, memberikan edukasi, serta membantu koordinasi perawatan

Walhasil, kebutuhan terhadap oncology nurse ikut meningkat. Maka, MRCCC Siloam Semanggi menargetkan, 80% perawatnya menjadi perawat onkologi dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Pengembangan kompetensi dilakukan melalui program pelatihan keperawatan onkologi.

Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi, Fretty Lamria Manalu mengatakan, perawat onkologi memiliki peran penting dalam mendampingi pasien sepanjang menjalani perawatan.

“Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi yang tepat, tetapi juga seseorang yang memahami apa yang terjadi selama terapi, memberikan edukasi, dan menghubungkan berbagai kebutuhan pasien dengan tim yang merawatnya,” ujar Fretty, dalam keterangannya, Senin (21/9). 

Baca Juga: Blue Bird (BIRD) Pacu Pertumbuhan lewat Ekspansi Armada dan Layanan

Ia menambahkan, kemajuan teknologi pengobatan kanker tetap membutuhkan pendampingan langsung dari perawat. “Perkembangan teknologi untuk pengobatan kanker memang begitu cepat. Namun, human touch dari perawat tidak bisa digantikan,” ujarnya.

Kebutuhan perawat dengan kompetensi khusus tersebut juga berkaitan dengan pola perawatan yang melibatkan berbagai profesi. MRCCC Siloam Semanggi menerapkan pendekatan multidisciplinary team (MDT) yang melibatkan dokter, perawat, apoteker, radiografer atau radiation therapist, ahli gizi, psikolog, rehabilitasi medik, hingga tim paliatif sesuai kebutuhan pasien.

Pengembangan sistem keperawatan tersebut menjadi bagian dari penilaian Magnet Recognition. Pada 2026, MRCCC Siloam Semanggi meraih Magnet with Distinction dari American Nurses Credentialing Center (ANCC). Event ini menilai praktik dan kepemimpinan keperawatan, termasuk pengembangan profesional, inovasi, serta hasil pelayanan.

Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan sistem yang memungkinkan berbagai keahlian bekerja bersama dalam pelayanan pasien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×