kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BKPM: Investasi di FTZ mengkhawatirkan


Senin, 23 April 2012 / 20:49 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,55% atau 33,72 poin ke 6.052,54 pada Senin (19/4).


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah mengaku ada penurunan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Penurunan investasi itu dinilai cukup mengkhawatirkan.

Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berjanji akan melakukan mengevaluasi penurunan investasi di kawasan khusus tersebut dengan mengirimkan tim untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Meurut Gita, ada beberapa investor asing mulai mempertanyakan kondisi investasi di kawasan perdagangan bebas itu. “Kami akan mencari solusinya agar investasi kembali naik. Penurunan investasi di Batam memang mengkhawatirkan, tetapi saya tetap percaya kondisi makro Indonesia masih seksi dan untuk investasi,” terang Gita di Jakarta, Senin (23/4).

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menilai, masalah yang banyak dikeluhkan investor di adalah soal iklim investasi seperti kenaikan upah buruh. Di Batam contohnya, setelah upah minimum regional disepakati, masih ada tuntutan kenaikan gaji dari karyawan lama.

Masalah buruh yang tak kunjung selesai itu membuat kesan iklim investasi di Batam menjadi tidak kondusif dan menurunkan investasi. “Ini hanya masalah image, pengusaha khawatir soal buruh yang tidak pernah beres,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×