kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

BPH Migas Jamin Stok Solar Aman


Senin, 28 Maret 2022 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Stok solar aman


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan solar saat ini masih berada dalam taraf aman.

Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengungkapkan, kondisi yang terjadi saat ini kurang tepat jika disebut sebagai kelangkaan karena stok solar subsidi masih berada dalam level aman. Adapun, kondisi ini lebih tepat disebut sebagai terjadinya antrian untuk pembelian solar.

Alfon menjelaskan, kondisi ini disebabkan karena mekanisme distribusi yang tidak optimal.

"Stok itu ada sehingga masyarakat tidak perlu panik," kata Alfon kepada Kontan.co.id, Senin (28/3).

Alfon menambahkan, disparitas harga antara BBM solar bersubsidi dengan solar nonsubsidi juga jadi penyebab maraknya antrian pembelian.

Baca Juga: Terus Dipantau, Pertamina Patra Niaga Jaga Pasokan Solar Subsidi

Selisih harga yang kian tinggi dinilai membuat masyarakat beralih ke solar subsidi padahal Jenis BBM Tertentu (JBT) tersebut sudah memiliki ketentuan konsumennya sendiri.

Alfon memastikan optimalisasi distribusi terus dilakukan demi menjaga agar tidak lagi terjadi antrian.

"Pengendalian dilakukan namun distribusi juga ditingkatkan supaya antrian tidak ada lagi," terang Alfon.

Alfon mengungkapkan, untuk tahun ini kuota solar telah ditetapkan sebesar 15,1 juta kiloliter (kl). BPH Migas pun siap untuk memastikan penyaluran solar subsidi lebih tepat sasaran dan tidak melebihi kuota yang sudah ditetapkan.

Asal tahu saja, pada tahun 2021 tercatat realisasi JBT untuk Solar subsidi sebesar 15,59 juta kiloliter (KL) atau sebesar 99% persen dari kuota yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 15,80 juta KL. Realisasi JBT lainnya, yaitu minyak tanah sebesar 0,48 juta KL atau sebesar 98 persen dari kuota sebesar 0,50 juta KL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×