kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BukaLapak.com kejar pertumbuhan 10% per bulan


Rabu, 03 Februari 2016 / 13:14 WIB
BukaLapak.com kejar pertumbuhan 10% per bulan


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Situs belanja online BukaLapak.com optimistis pasar belanja online akan membaik pada tahun ini. Ia mengatakan, kesempatan tersebut sangat terbuka luas, sebab market share penjualan online di Indonesia baru sekitar 1% dibandingkan penjualan retail yang mencapai 99%.

Fajrin Rasyid, Co-Founder BukaLapak.com mengatakan tahun ini ada kesempatan bagi situs belanja online untuk meningkatkan penjualan. Berkaca pada apa yang terjadi di Tiongkok yang pernjualan via online bisa mencapai 15%, Indonesia juga bisa mencapai level tersebut.

"Target kita, empat kali lipat pertumbuhan dibanding tahun lalu, artinya 10% per bulan. Karena persentase online itu masih kecil cuma 1% dan 99% ini masih sangat besar," ujarnya di Jakarta, Rabu (3/2).

Meski demikian, dia mengakui, tidak serta merta dengan terbukanya kesempatan, situs belanja online bisa langsung tancap gas. Belum familiarnya orang Indonesia dalam menggunakan transaksi perbankan secara online masih menjadi hambatan terbesar.

Kebanyakan pembeli online masih melibatkan tatap muka jika ingin membeli produk online. Sehingga ramai istilah cash on delivery (COD) walaupun barang dijual secara online. Selain itu, walaupun sudah menggunakan transaksi elektronik, penggunaan manual transfered juga masih mendominasi.

"Masih banyaktantangannya. Biasanya soal payment, karena orang masih pake COD dan manual ATM Bank transfer. Padahal kita sudah pakai credit card dan skema pembayaran lainnya. Itu yang banyak sekali bikin cancel order," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×