kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.927   57,00   0,32%
  • IDX 5.721   -99,45   -1,71%
  • KOMPAS100 740   -12,30   -1,64%
  • LQ45 563   -9,63   -1,68%
  • ISSI 198   -3,12   -1,55%
  • IDX30 320   -5,31   -1,63%
  • IDXHIDIV20 395   -6,49   -1,62%
  • IDX80 84   -1,47   -1,72%
  • IDXV30 107   -1,25   -1,16%
  • IDXQ30 103   -1,48   -1,41%

Bulog belum putuskan menjual Gendhis Multi Manis


Selasa, 26 Juni 2018 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. PELUNCURAN GERAKAN STABILISASI PANGAN


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog belum memutuskan menjual anak usahanya, PT Gendhis Multi Manis (GMM). Direktur Komersial Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan apakah akan menjual GMM atau tidak.

Menurut Andrianto, salah satu alasan Bulog untuk mempertahankan GMM ini karena sejalan dengan bisnis Bulog.

“Ini inline dengan bisnis Bulog, seperti pembelian tebu petani dan produksi lalu kami melakukan pembelian dan penjualan gula hasil produksi yang sudah sesuai dengan SNI,” katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (26/6).

Menurut Andrianto, kapasitas giling GMM sekitar 4.000 ton tebu sehari, dan bisa dikembangkan menjadi sebesar 6.000 ton dalam sehari. “Saat ini sedang giling di 4.000-an ton dengan bahan baku tebu,” tambah Andrianto.

Meski begitu, Andrianto pun mengakui bahan baku tebu belum bisa dipastikan pasokannya. Terlebih ada masa panen tebu di Indonesia. Menurutnya, harus ada areal baru atau sumber lain bahan baku. Ini pun menjadi salah satu alasan Bulog untuk mempertimbangkan penjualan GMM ini.

Sampai saat ini, sumber bahan baku tebu untuk GMM masih berasal dari tebu petani. Meski begitu, Andrianto pun mengatakan Bulog tengah mengupayakan adanya sumber lain bahan baku sehingga lebih efisien dan kesinambungan pasokan tebu dapat terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×