kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Buntut Kelangkaan BBM Bali, Bahlil Instruksikan Pertamina Naikkan HOP Jadi 15 Hari


Senin, 19 Oktober 2026 / 15:25 WIB
Buntut Kelangkaan BBM Bali, Bahlil Instruksikan Pertamina Naikkan HOP Jadi 15 Hari
ILUSTRASI. Guna mencegah berulangnya kelangkaan BBM di masa mendatang, Bahlil memerintahkan Pertamina untuk meningkatkan Hari Operasi (HOP) pasokan di Bali.(ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah turun tangan mengatasi kendala kelangkaan dan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bali. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok nasional dalam kondisi aman serta menginstruksikan peningkatan ketahanan pasokan BBM khusus untuk wilayah Bali.

Keterlambatan armada kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa dinilai menjadi pemicu penurunan pasokan harian di Bali, sebelum akhirnya penanganan darurat dilakukan oleh pihak Pertamina bersama dinas terkait.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, guna mencegah berulangnya kelangkaan BBM di masa mendatang, Bahlil memerintahkan Pertamina untuk meningkatkan Hari Operasi (HOP) pasokan di Bali. 

Baca Juga: Konten AI Makin Sulit Dibedakan, Kreator Dituntut Lebih Transparan

"Nah, dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari," tegasnya dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).

Di samping itu, Bahlil turut melakukan percepatan distribusi pasokan dari Pulau Jawa ke Bali dengan menambah jumlah armada kapal tanker yang beroperasi, dari tiga kapal menjadi tujuh kapal.

"Distribusi dari Jawa ke Bali yang tadinya kapal cuma 3, sekarang yang sudah melayani 7 kapal. Dengan demikian, maka bisa kita melakukan uraian perlahan-lahan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa pasokan BBM sebenarnya telah mulai disalurkan ke daerah terdampak.  

"Itu masalah proses distribusi saja. Jadi kemarin memang ada keterlambatan kapal, kapalnya sudah tiba, sejak Senin kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Laode mengatakan, masalah terjadi antrean panjang BBM di Bali ini disebabkan oleh faktor cuaca yang mengakibatkan terganggunya distribusi.

Baca Juga: Bidik Pasar Ekspor, PTPN I Mendorong Hilirisasi Kopi Ijen

Ia mencontohkan tingginya gelombang laut kerap menyulitkan kapal tanker untuk bersandar di pelabuhan meski armada angkut tersebut telah sampai di lokasi tujuan.

"Kalau di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan tidak bisa cepat sampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," terangnya.

Lebih lanjut, Laode menambahkan, permasalahan kendala logistik akibat kondisi alam ini rupanya tidak hanya berdampak pada wilayah Bali, melainkan juga terjadi di beberapa daerah lainnya.  

Menurutnya, antrean serupa yang sempat muncul di sejumlah wilayah lainnya memiliki akar permasalahan yang relatif sama terkait proses rantai pasok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×