Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BYD memperkuat rencana pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia melalui produksi lokal baterai terbarunya. Produsen otomotif asal China ini berencana membuat Blade Battery generasi kedua di pabrik BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat.
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, fasilitas tersebut akan menjadi lokasi produksi baterai generasi terbaru BYD. Namun, perusahaan belum mengungkapkan jadwal dimulainya produksi maupun kapasitas produksi yang akan disiapkan.
“Untuk Blade Battery generasi kedua akan diproduksi di pabrik BYD Subang,” ungkap Eagle dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (15/10).
Pada tahap awal, Blade Battery generasi kedua akan digunakan pada dua model terbaru dari lini premium BYD, yakni New Danza D9 dan Danza Z9 GT. Selanjutnya, perusahaan berencana memperluas penggunaan baterai tersebut ke sejumlah model kendaraan listrik BYD dan Danza lainnya.
Baca Juga: CLEO Targetkan 35 Pabrik Beroperasi pada Akhir 2026, Bidik Pertumbuhan Dua Digit
Eagle menambahkan, BYD juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak lain untuk mempercepat adopsi teknologi baterai tersebut. Meski demikian, perusahaan belum memerinci skema kerja sama yang akan dijalankan, termasuk kemungkinan berkolaborasi dengan produsen kendaraan listrik lainnya.
Blade Battery generasi kedua merupakan hasil pengembangan selama enam tahun. BYD mengklaim baterai ini memiliki kepadatan energi sekitar 5% lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi penyimpanan energi pada kendaraan listrik.
Peningkatan tersebut didukung teknologi FlashPass yang dirancang untuk memperlancar perpindahan ion di dalam sel baterai. Selain itu, BYD mengoptimalkan material katode, elektrolit, dan anode guna mengurangi hambatan internal serta mengendalikan panas selama proses pengisian daya.
Dari sisi performa, BYD juga mengunggulkan kemampuan pengisian daya cepat dan aspek keselamatan. Perusahaan mengembangkan lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI) untuk menjaga stabilitas kimia baterai.
Dalam pengujian yang dipaparkan perusahaan, Blade Battery generasi kedua diklaim mampu melewati uji penusukan paku (nail penetration test) tanpa memicu thermal runaway, asap, maupun api, termasuk setelah 500 siklus pengisian daya Flash.
Baca Juga: BYD Targetkan 100 Titik Flash Charging di Indonesia hingga Akhir 2026
Baterai tersebut juga diklaim mampu melewati pengujian hubungan arus pendek pada empat sel secara bersamaan tanpa kebakaran atau ledakan, meskipun suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius.
Rencana produksi lokal Blade Battery generasi kedua menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Produksi di dalam negeri juga berpotensi memperkuat basis manufaktur perusahaan sekaligus mendukung pengembangan rantai pasok industri baterai nasional.
Meski begitu, besaran investasi untuk produksi baterai generasi kedua, kapasitas fasilitas di Subang, serta kontribusinya terhadap tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masih belum diungkapkan. Informasi tersebut akan menjadi faktor penting untuk menilai dampak rencana produksi terhadap industri kendaraan listrik Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














