kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.864   18,00   0,11%
  • IDX 8.827   -109,65   -1,23%
  • KOMPAS100 1.217   -11,71   -0,95%
  • LQ45 861   -6,68   -0,77%
  • ISSI 321   -3,38   -1,04%
  • IDX30 438   -1,39   -0,32%
  • IDXHIDIV20 517   0,41   0,08%
  • IDX80 135   -1,27   -0,93%
  • IDXV30 143   -0,60   -0,41%
  • IDXQ30 141   0,29   0,20%

Cadangan listrik perlu naik 30%


Kamis, 12 Maret 2015 / 12:20 WIB
Cadangan listrik perlu naik 30%
ILUSTRASI. 5 Penyebab Rasa Kantuk Setelah Makan.


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan, agar listrik di Indonesia tidak sering padam, diperlukan peningkatan cadangan ketenagalistrikan hingga 30%.

Pasalnya, di Indonesia saat ini, hanya memiliki cadangan 10% dari kapasitas penuh yang dimiliki pembangkit di Indonesia sebesar 17.450 Megawatt (MW) tahun ini.

"Kenapa kita suka mati lampu? Karena, cadangan hanya 10%, padahal harusnya 30%," terang JK, di Kantor PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kamis (12/3).

Ia menilai, cadangan listrik 10% di Indonesia sangat minim sekali dibandingkan odengan negara tetangga. Yakni, Singapura yang memiliki cadangan 100%. "Di singapura cadangannya 100%. Kita cukup naikan 30% sehingga naik terus, jika sudah naik tentu tidak ada soal (pemadaman listrik).

JK memprediksikan, di tahun 2035 kapasitas listrik di Indonesia akan meningkat hingga dua kali lipat. Artinya, program proyek 35.000 MW akan terus berlanjut di lima tahun yang akan datang. "Akan dua kali lipat dari hari ini. Artinya kita kalikan dari tahun ini. dan tahun sebelumnya bisa mencapai 100.000 MW lebih," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×