kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Cadangan uranium cukup, Indonesia bisa bangun PLTN


Sabtu, 09 Oktober 2010 / 07:25 WIB
Cadangan uranium cukup, Indonesia bisa bangun PLTN
ILUSTRASI. Keranjang dekorasi


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia cukup menjanjikan karena memiliki cadangan uranium yang mampu diolah untuk menjadi sumber energi.

Menurut Direktur Pusat Pengembangan Geologi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Johan Baratha Hutabarat mengatakan, di Kalan, Kalimantan Barat, terdapat cadangan uranium sebesar 900 ton dengan kadar 10.000 part per million (ppm). "Pra studi kelayakan yang telah dilakukan menunjukkan bahan baku nuklir di Kalan sudah siap ditambang dan cukup ekonomis," kata Johan.

Berdasarkan pra studi kelayakan BATAN, cadangan uranium di Kalan berada di bawah tanah dengan jumlah kandungan uranium mencapai 200-10.000 ppm dan sangat ekonomis untuk diproduksi. Bahkan, BATAN sudah memperhitungkan biaya produksinya mencapai 70.000 per kilogram (kg).

"Harga produksi tersebut masih lebih rendah di bawah harga uranium di pasaran dunia. Saat ini harga uranium di pasaran mencapai Rp 80.000 per kg," kata Johan.

Meski begitu, Johan tidak menyarankan penambangan uranium. Pasalnya, Indonesia belum memiliki PLTN yang menggunakan bahan baku uranium. "Baru setelah kita memiliki PLTN dan tidak ada negara yang menjual uraniumnya ke Indonesia, barulah cadangan tersebut ditambang," kata Johan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×