Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Fitri Arifenie
JAKARTA. Areal menghasilkan (mature) kelapa sawit milik PT Cargill Indonesia terus bertambah. Tahun ini, Cargill akan mendapatkan tambahan pasokan Tandan Buah Segar (TBS) berasal dari kebun seluas 4.000 hektare (ha). Ini adalah kebun baru yang mulai menghasilkan kelapa sawit.
John Hartmann, Chief Operating Officer Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd mengatakan, tahun lalu luasan lahan tertanam Cargill mencapai 41.000 ha. Namun, baru sekitar 32.000 ha yang menghasilkan. "Masih ada 9.000 ha lagi yang belum menghasilkan," kata John, kemarin.
Dengan tambahan 4.000 ha ini, berarti luas lahan kebun yang sudah menghasilkan milik Cargill mencapai 36.000 ha. "Kami mendapat tambahan areal menghasilkan baru tahun ini, jadi produksinya stabil," papar John.
Namun menurut John, produktivitasnya masih rendah sehingga produksi TBS tak meningkat signifikan. Prediksi John, produksi TBS pada tahun ini masih sama seperti tahun lalu yakni sekitar 850.000 sampai 860.000 ton.
Perusahaan ini mengharapkan ada tambahan pasokan TBS dari luas areal menghasilkan baru itu sebesar 35.000 ton. Menurut perkiraan John, tambahan sebesar itu baru bisa tercapai tahun depan.
Bila dihitung, produksi TBS milik Cargill pada 2014 bisa tembus hingga 900.000 ton. "Kami mengharapkan produktivitas tanaman 26 hingga 27 ton per ha termasuk areal tambahan," ungkap dia.
Akuisisi dan ekspansi
Meski harga Crude Palm Oil (CPO) terus bergejolak tak menyurutkan Cargill untuk terus berekspansi. Cargill memiliki anak usaha baru yakni PT Ganda Jaya yang memiliki kebun sawit di Sumatera Utara. Sebelumnya, Cargill sudah memiliki dua anak usaha yakni PT Hindoli dan PT Harapan Sawit Lestari.
Perusahaan baru tersebut akan menanam di kebun baru dengan target luas lahan 5.600 ha. Butuh waktu tiga tahun untuk menyelesaikan penanaman tersebut. "Kami perkirakan akan selesai tahun 2015 mendatang," papar John.
Selain itu, Cargill juga sedang membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru di Mukut, Sumatera Selatan. Adapun kapasitas pabrik kelapa sawit tersebut mencapai sekitar 60 ton TBS per jam. Cargill berharap, pabrik dengan nilai investasi sebesar US$ 400 juta tersebut akan rampung pada tahun 2015.
Pabrik ini akan menjadi PKS ketiga milik PT Hindoli. "Di Hindoli kami memiliki dua unit pabrik PKS, masing-masing kapasitas 110 ton dan 60 ton TBS per jam," kata John.
Saat ini Cargill Indonesia memiliki lima unit PKS dengan total kapasitas 360 ton TBS per jam. Pabrik-pabrik tersebut menghasilkan minyak sawit mentah 300.000 ton per tahun. Dengan tambahan pabrik baru, kapasitas PKS menjadi sekitar 420 ton TBS per jam. n
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













