kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Champion Pacific tunda pindah pabrik


Kamis, 28 Januari 2016 / 11:46 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kondisi ekonomi domestik yang masih tidak menentu, membuat sebagian pebisnis mulai menghitung ulang rencana bisnis mereka di tahun ini. Salah satunya PT Champion Pacific Indonesia Tbk.

Produsen kemasan ini terpaksa menunda rencana pindah pabrik yang lebih besar pada tahun ini.  "Kami tunda sementara. Keadaan ekonomi dan pasar masih belum normal," terang Antonius Muhartoyo, Direktur Utama Champion Pacific Indonesia kepada KONTAN, Rabu (27/1).

Sejatinya, Champion bakal memindahkan pabrik  yang ada di Bekasi ke Cikarang. Perusahaan ini bahkan sudah menyiapkan lahan seluas tiga hektare (ha).  Lebih luas dari pabrik di Bekasi yang hanya menempati lahan 1,8 ha.

Tadinya, rencana pembangunan pabrik di Cikarang ini bakal memakan waktu dua tahun dan bisa beroperasi adap 2018.

Namun, dengan penundaan rencana tersebut membuat perusahaan ini juga mereview ulang belanja modal tahun ini. Sejatinya, perusahaan dengan kode saham IGAR ini sudah siapkan belanja modal Rp 140 miliar tahun ini yang sebagian besar untuk pindah pabrik.

Tapi, Antonius masih belum bisa merinci koreksi belanja modal tahun ini. Yang jelas penundaan pabrik ini tidak akan mengganggu kinerja Igar Champion pada 2016.

Ia berharap, bisnis kemasan pada tahun ini masih bisa tumbuh meski tertekan kondisi ekonomi. Soalnya ada proyeksi bisnis pada awal tahun ini yang meleset.

Misalnya, IGAR berharap di awal tahun ini ada kenaikan permintaan kemasan dari produsen obat. Nyatanya, permintaan dari produsen obat belum melonjak. "Masih loyo. Kami belum melihat ada pergerakan di awal tahun ini," tukasnya.

Maklum, penjualan kemasan industri farmasi berkontribusi hingga 90% dari total pendapatan IGAR. Meski begitu Champion Pacific berharap permintaan kemasan mulai ada pada April nanti alias di kuartal II-2016. "Semoga April 2016 nanti ada pertumbuhan," harapnya.

Melihat kondisi tersebut, Antonius tidak terlalu muluk memproyeksi bisnis sampai akhir tahun ini. Pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini bakal sama dengan tahun lalu. Yakni sekitar 5%-6% saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×