kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

CPO dan Kedelai sama-sama meroket


Rabu, 28 Desember 2011 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. Reksadana terproteksi diperkirakan akan menjalani tahun yang lebih baik pada 2021.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

KUALA LUMPUR. Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia dan malaysia dikhawatirkan oleh petani crude palm oil (CPO). Panen CPO bisa terhambat dan melambungkan harga minyak sawit.

Harga kontrak untuk pengiriman Maret melonjak hingga 1,5% ke US$ 1.011 per metrik ton di bursa derivatif Malaysia. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak 22 November. Pasar berjangka sudah jatuh 16% pada tahun ini dan menuju penurunan terbesar sejak 2008.

"Tekanan banyak disumbang oleh masalah cuaca dan dipengaruhi oleh harga kedelai," jelas John Rachmat, seorang analis Royal Bank of Scotland Plc (RBS).

Harga kedelai melompat ke titik tertinggi 11 minggu di tengah spekulasi bahwa cuaca buruk dapat mengurangi produksi di Amerika Selatan.

Harga pengiriman kedelai Maret naik 3,25% menjadi US$ 12.095 per bushel kemarin di Chicago Board of Trade, ini merupakan kenaikan terbesar sejak 11 Oktober. Di pasar berjangka, harga kedelai justru diperdagangkan 1,1% lebih rendah pada US$ 11.967 hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×