kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dahlan Iskan bidik restrukturisasi di Perum PFN


Jumat, 20 April 2012 / 16:41 WIB
Dahlan Iskan bidik restrukturisasi di Perum PFN
ILUSTRASI. Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat 2,63% menjadi Rp 9,76 triliun di pekan ini,


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak bosan membuat gebrakan baru. Kali ini, Dahlan berniat untuk merombak Perusahaan Umum produksi Film Negara (Perum PFN).

Dalam kunjungannya ke kediaman Pak Raden atau Pak Suyadi, Dahlan Iskan mengungkapkan keinginan merestrukturisasi PFN. Dahlan menilai, kondisi PFN sudah memprihatinkan. "PFN sebagai perusahaan BUMN akan direstrukturisasi," kata Dahlan di kediaman Pak Raden Jakarta, Jumat (20/4).

Untuk melakukan restrukturisasi PFN itu, Dahlan akan mengusahakan agar film-film lama milik PFN diselamatkan terlebih dahulu. Lantas film-film lama dijadikan satu dengan film-film lama yang tersimpan di arsip nasional. "Kalau film-film itu ada di bawah perusahaan BUMN, nanti kurang baik," jelasnya.

Restrukturisasi PFN dilakukan karena bercermin dari kasus Pak Raden. Pencipta karakter si Unyil ini merasa tidak mendapat royalti, sejak hak paten film si Unyil dipegang oleh PFN. Pak Raden curiga ada orang-orang yang memanfaatkan hasil jerih payah kekayaan intelektualnya tersebut.

Sebelumnya, konsep boneka si Unyil muncul pada tahun 1979. Ide awalnya dari Direktur PFN GI Dwipayana (Dipo) untuk menciptakan sebuah film anak-anak yang bertemakan pendidikan. Namun tidak terlepas dari unsur hiburan dan pembuatan mudah.

Saat itu, Drs Suyadi yang kemudian hari dikenal sebagai Pak Raden ditugaskan membuat tokoh dan muncullah karakter si Unyil tersebut. (Didik Purwanto/Kompas.com).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×