kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Darma Henwa (DEWA) Tunda Pengeboran Proyek Gayo, Fokus Siapkan Eksplorasi Lanjutan


Selasa, 13 Oktober 2026 / 04:45 WIB
Darma Henwa (DEWA) Tunda Pengeboran Proyek Gayo, Fokus Siapkan Eksplorasi Lanjutan
ILUSTRASI. Darma Henwa DEWA (Dok/DEWA)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masih menunda kegiatan pengeboran di proyek eksplorasi tembaga Upper Tengkereng yang dikelola anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR).

Penundaan tersebut berlangsung sejak 8 Maret 2026 akibat proses perizinan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang belum selesai hingga akhir kuartal III 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi DEWA yang disampaikan Senin (12/10/2026), tidak terdapat kegiatan pengeboran baru sepanjang kuartal III. Total pengeboran kumulatif proyek hingga akhir kuartal II tercatat sebesar 31.485,75 meter dan belum berubah selama kuartal III.

Meski demikian, GMR tetap melanjutkan berbagai pekerjaan pendukung untuk mempersiapkan pengeboran berikutnya. Kegiatan tersebut mencakup pengembangan pemahaman karakteristik bijih, analisis mineralogi, kajian geoteknik dan hidrologi, serta pembenahan fasilitas penyimpanan inti bor dan sistem pengelolaan data eksplorasi.

Baca Juga: Pemerintah Pertimbangkan Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi

Dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut kegiatan pengeboran fase kedua atau Phase 2B direncanakan berlanjut setelah perizinan diperoleh. Program ini mencakup pengeboran untuk mendukung kajian sumber daya, geoteknik, hidrologi, metalurgi, serta kebutuhan infrastruktur tambang bawah tanah.

Untuk mendukung pengembangan proyek, GMR juga melanjutkan persiapan lokasi dan akses lahan. Pekerjaan pemotongan, penimbunan, dan perataan lahan di area selatan telah selesai 100%. Sementara itu, pemetaan kepemilikan lahan di Southeast Tengkereng menggunakan citra drone masih berlangsung, dengan dua titik pengeboran yang direncanakan belum berhasil diamankan.

Dari sisi kajian geologi, perusahaan melanjutkan analisis karakteristik bijih atau Ore Body Knowledge (OBK) dengan mengintegrasikan data pengeboran, litologi, alterasi, struktur, mineralisasi, petrografi, serta analisis mineralogi otomatis. Hasil kajian tersebut akan digunakan untuk memperbarui model geologi dan menentukan prioritas pengeboran berikutnya.

GMR juga melanjutkan analisis petrografi dan mineralogi otomatis menggunakan metode SEM-AMICS. Dalam laporan kemajuan periode sebelumnya, analisis telah mencakup 15 dari 70 sampel.

Sementara itu, akuisisi data spektral menggunakan ASD telah rampung untuk 400 sampel, terdiri atas 300 sampel dari Upper Tengkereng dan 100 sampel regional. Interpretasi data serta pengembangan model tiga dimensi himpunan mineral masih berlangsung.

GMR turut menyiapkan audit dan kajian independen sumber daya mineral berdasarkan standar Joint Ore Reserves Committee (JORC). Untuk keperluan tersebut, GMR telah menunjuk SRK Consulting (Australasia) Pty Ltd guna melakukan peninjauan data independen, menyusun domain geologi dan estimasi, serta mendukung penyusunan estimasi sumber daya berdasarkan data pengeboran fase kedua.

Kunjungan lapangan pertama SRK Consulting telah dilakukan pada September 2026. GMR juga menyelesaikan kajian geologi regional hingga lokal di Upper Tengkereng untuk mendukung penyusunan laporan sumber daya mineral independen.

Di sisi pengelolaan data, perusahaan telah menyelesaikan tahap User Acceptance Test (UAT) untuk sistem basis data geologi yang digunakan dalam pengelolaan data pengeboran. Sistem tersebut ditargetkan siap digunakan pada akhir Oktober 2026. GMR juga telah melengkapi dokumentasi prosedur operasional standar departemen eksplorasi untuk memenuhi kebutuhan JORC.

Dalam rencana berikutnya, GMR akan mempercepat proses perpanjangan IUP Eksplorasi dan peningkatan izin menjadi IUP Operasi Produksi, sembari mempertahankan kesiapan operasional agar pengeboran dapat segera dimulai kembali setelah izin diperoleh.

Baca Juga: Moratorium Smelter Nikel Jadi Momentum Dorong Investasi ke Produk Hilir

Program pengeboran fase kedua mencakup 13.172 meter untuk kajian OBK di Upper Tengkereng, 3.620 meter untuk kebutuhan geoteknik dan hidrologi infrastruktur tambang bawah tanah, 1.000 meter untuk program eksplorasi Southeast Tengkereng, 250 meter untuk pengeboran portal bawah tanah, serta 680 meter untuk infrastruktur pendukung tambang permukaan.

Selain perizinan, perusahaan mencatat bahwa penyelesaian analisis laboratorium dan interpretasi model ASD masih menjadi faktor yang memengaruhi kemajuan kajian mineralogi dan geometalurgi. Kondisi kahar berupa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan sekitarnya juga disebut menghambat akses serta logistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×