kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Demi Swasembada Kedelai, Lahan Mutlak Disediakan


Rabu, 26 Mei 2010 / 07:15 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati

JAKARTA. Cita-cita pemerintah untuk mencapai swasembada kedelai sepertinya sulit terwujud. Pasalnya, dengan harga kedelai yang sudah menyusut Rp 1.500 sejak awal tahun 2010, petani kedelai enggan menanami lahannya dengan kedelai karena tak menguntungkan.

Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny A Kusbini berpendapat, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan swasembada kedelai. Salah satunya, menyediakan lahan yang permanen untuk kedelai.

Lahan yang jamak digunakan untuk menanam kedelai adalah lahan bekas tanam padi atau lahan selingan antara tanam jagung dan kedelai. Jadi ketika produksi jagung naik, maka produksi kedelai pasti akan turun, begitu pula sebaliknya. Sehingga petani pun akan melihat peluang, mana yang lebih menguntungkan.

Proyeksi konsumsi kedelai dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang tumbuh rata-rata sebesar 1,13 % pertahun dan konsumsi per kapita yang tumbuh rata-rata sebesar 0,24% pertahun.

Dengan dasar tersebut, kebutuhan akan kedelai pada tahun 2010 diproyeksikan sebesar 2.365 juta ton yang meningkat rata-rata sebesar 1,38% pertahun, sehingga pada tahun 2014 kebutuhannya diproyeksikan sebanyak 2.499 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×