kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Dengan Minapadi, Petani Lebih Untung


Selasa, 04 Mei 2010 / 07:00 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

KARAWANG. Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang menghitung, pendapatan petani akan mengalami kenaikan signifikan dengan sistem Minapadi yang dilansir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini.

Dengan sawah yang digarap tanpa menanam benih ikan, maka petani akan mendapatkan pendapatan sebanyak Rp 14 juta per hektar. Namun dengan menyediakan lahan 12% dari satu hektare untuk ikan nila, maka petani akan mendapatkan pendapatan sebanyak Rp 23 juta.

"Setelah kami uji yang terbaik itu adalah ikan nila," jelas Muhammad Nurdin, Kasi Teknik Usaha Produksi BLUPPB Karawang.

Pemerintah pernah mengujicoba Minapadi ini pada tahun 2007 dengan menanam ikan mas. Untuk wilayah Karawang, jenis ikan yang sesuai adalah nila. menurut Nurdin lebih tepat menggunakan ikan Nila yang waktu panennya lebih singkat. Daerah yang paling banyak yang menggunakan system ini adalah jawa Barat disusul Jawa Timur dan Banten.

SEkadar kilas balik, KKP berupaya untuk memadukan produksi perikanan bersamaan dengan produksi pertanian dengan menanam padi sekaligus menanam bibit ikan dilahan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×