kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,77   5,66   0.60%
  • EMAS930.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Dirjen Gatrik: Potensi ekspor listrik ke Singapura besar


Rabu, 24 November 2021 / 21:26 WIB
Dirjen Gatrik: Potensi ekspor listrik ke Singapura besar
ILUSTRASI. Ilustrasi PR Kementerian ESDM. KONTAN/Baihaki/20/10/2016

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan, potensi untuk ekspor listrik saat ini besar. 

"Kami melakukan kerja sama ASEAN dengan 10 negara dengan nama ASEAN Power Grid (APG), dalam kerja sama ini sebagai contoh Singapura hanya membeli 100 MW listrik yang bersumber dari PLTA di Laos. Mereka tidak memilih beli di Batam karena untuk menunjukkan kerja sama APG berjalan," jelasnya dalam acara virtual, Rabu (24/11). 

Rida mengatakan, hal ini tentu menjadi peluang karena Singapura tidak punya lahan untuk membangun PLTS. Adapun Indonesia telah mengekspor listrik sebesar 100 MW energi tenaga surya dari Batam ke Singapura.   

Tak hanya itu, perusahaan solar energi asal Singapura yakni Sunseap Group juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan pembangkit listrik tenaga surya yang dua di antaranya merupakan perusahaan lokal. MoU ini bertujuan untuk mengekspor listrik sebesar 7 GWp. 

Baca Juga: Pertamina NRE perbesar kontribusi pengembangan EBT

Melansir catatan sebelumnya, ekspor listrik ini akan dilaksanakan dari Kepulauan Riau. Nantinya, listrik yang diekspor ke Singapura melalui kabel listrik bawah laut. 

"Saat ini sudah ada 9 perusahaan menghadap mau mengekspor listrik ke sana. Saya bercita-cita ingin mendapatkan devisa dari ekspor listrik ke sana (Singapura) karena selama ini kita hanya ekspor gas, meskipun di sana juga digunakan untuk listrik," ujar Rida. 

Selain membahas mengenai ekspor listrik, Rida juga menyinggung mengenai fasilitas charging untuk kapal. Menurutnya, saat ini kapal sudah banyak yang menggunakan teknologi hybrid, yakni dilengkapi dengan battery.Peluang ini bisa digarap bekerja sama dengan Pelindo untuk menyediakan charging station melayani kapal pesiar atau barang. 

 

Selanjutnya: Tower Bersama Infrastructure (TBIG) rilis obligasi Rp 1,45 triliun awal Desember

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×