kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Diversifikasi Non-Otomotif Jadi Andalan, Cipta Perdana (PART) Incar Laba Bersih Naik


Jumat, 28 Agustus 2026 / 10:37 WIB
Diversifikasi Non-Otomotif Jadi Andalan, Cipta Perdana (PART) Incar Laba Bersih Naik
ILUSTRASI. Cipta Perdana Lancar (PART) memperluas bisnis ke segmen non-otomotif untuk menopang kinerja perusahaan (DOK/PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART))


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) memperluas bisnis ke segmen non-otomotif untuk menopang pertumbuhan kinerja, di tengah bisnis komponen otomotif yang tetap menjadi fondasi utama.

Direktur Cipta Perdana Lancar Tjoeng Rino Saputra bilang, diversifikasi tersebut dilakukan melalui pabrikasi berbagai jenis mesin dan peralatan non-otomotif untuk kebutuhan pertanian serta industri makanan dan minuman.

Adapun diversifikasi mulai diperluas sejak semester II-2025, dengan bisnis non-otomotif diposisikan sebagai sumber pertumbuhan baru yang melengkapi bisnis komponen otomotif.

Baca Juga: ABI Gandeng Privy, Perkuat Keamanan Digital Industri Blockchain Indonesia

Rino menjelaskan, strategi tersebut diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat struktur bisnis PART.

“Kami melihat bisnis non-otomotif sebagai complementary growth engine yang memiliki peluang pasar lebih luas dan pertumbuhan lebih tinggi, sekaligus melengkapi fondasi bisnis otomotif PART yang sudah berjalan,” katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/8/2026).

Rino menjabarkan bisnis komponen otomotif masih mencatat pertumbuhan positif sekitar 5%–15% per tahun, sementara segmen non-otomotif diharapkan memberikan ruang pertumbuhan tambahan.

Pada 2026, PART memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 413,62 miliar. Angka tersebut tumbuh 11,91% dibandingkan realisasi pendapatan 2025 sebesar Rp 369,59 miliar.

Meski pertumbuhan pendapatan diperkirakan relatif moderat, PART membidik lonjakan laba bersih menjadi Rp 44,16 miliar pada 2026 atau melonjak 46,18% dari Rp 30,20 miliar pada 2025.

Dengan proyeksi tersebut, margin laba bersih PART diperkirakan meningkat menjadi 10,68% pada 2026, dibandingkan 8,17% pada 2025. 

 

PART juga memproyeksikan laba per saham mencapai Rp 15,49 pada akhir 2026, meningkat dibandingkan realisasi Rp 11,29 per saham pada 2025 dan Rp 10,71 per saham pada 2024.

Rino menyebut prospek PART akan didukung oleh perkembangan bisnis non-otomotif yang mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja, terutama melalui produksi mesin dan peralatan untuk kebutuhan sektor pertanian.

Selain sektor pertanian, PART mengembangkan produk mesin dan peralatan yang menyasar industri makanan dan minuman, baik untuk kebutuhan program pemerintah maupun pelaku usaha non-pemerintah.

Berdasarkan pengalaman 2025, PART memproyeksikan segmen non-otomotif mulai membukukan hasil pada kuartal III dan mencapai kontribusi puncak terhadap kinerja pada kuartal IV.

Pada semester I-2026, PART telah membukukan pendapatan Rp 177,64 miliar dengan laba bersih Rp 9,11 miliar, masing-masing dibandingkan Rp369,59 miliar dan Rp 30,20 miliar sepanjang 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×