Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyambut perpanjangan kebijakan uang muka atau down payment (DP) minimum 0% untuk kredit kendaraan bermotor hingga akhir 2027.
Kebijakan ini diharapkan memperluas akses pembiayaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sepeda motor sebagai sarana mobilitas dan penunjang aktivitas produktif.
Ketua Bidang Komersial AISI Yosef Utama mengatakan, keberlanjutan kebijakan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mengakses pembiayaan kendaraan bermotor. Namun, implementasinya tetap mengikuti ketentuan masing-masing perusahaan pembiayaan.
“Kami berharap kebijakan ini dapat memberikan manfaat lebih bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan mobilitasnya untuk mendukung aktivitas produktif sehari-hari,” ujar Yosef kepada Kontan, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: Haka Auto Andalkan Flash Charging dan Teknologi DM untuk Perluas Pasar Mobil Listrik
Meski demikian, AISI menilai dampak kebijakan DP 0% terhadap pasar sepeda motor tidak dapat dilepaskan dari sejumlah faktor lain. Daya beli masyarakat, kondisi perekonomian, serta kemudahan dan kemampuan konsumen memperoleh pembiayaan turut menentukan perkembangan permintaan kendaraan roda dua.
AISI berharap sinergi berbagai faktor tersebut dapat mendukung pertumbuhan pasar sepeda motor nasional secara sehat dan berkelanjutan.
Dari sisi permintaan, peluang pertumbuhan masih terbuka di luar Pulau Jawa, terutama di wilayah dengan basis ekonomi pertanian dan perkebunan. Menurut Yosef, peningkatan daya beli di wilayah tersebut dapat memperkuat peran sepeda motor sebagai alat produktif setelah panen.
Baca Juga: Kesenjangan Pembiayaan UMKM Capai US$ 50,8 Miliar per Tahun, Ini Tantangannya
Namun, prospek pasar juga menghadapi tantangan berupa dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas, kondisi cuaca, serta risiko gagal panen yang dapat menekan konsumsi masyarakat di daerah.
Terkait prospek penjualan 2027, AISI berharap pasar sepeda motor nasional terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya beli masyarakat. Adapun proyeksi angka penjualan tahun depan masih akan mempertimbangkan perkembangan pasar hingga akhir 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














