Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dengan angka Rp17.977 per sore ini. Hal ini juga mendapatkan respon dari pelaku industri, salah satunya PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI).
Direktur Utama Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI), Ewijaya mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah ke dolar membawa keuntungan untuk perusahaan. Karena DSFI rata-rata melakukan penjualan secara ekspor.
"Jadi memang dengan pelemahan rupiah terhadap US Dolar memang kita mendapatkan windfall karena buku laporan keuangan kita kan dicatat dalam rupiah," ujar Ewijaya di Jakarta Utara, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: DSFI Ungkap Tantangan Tahun Ini Setelah Penjualan pada Kuartal I-2026 Alami Kenaikan
Namun, perusahaan juga mengalami dampak yang negatif akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Dampak negatifnya berimbas pada pengeluaran produksi produk.
"Yang pertama pasti biaya-biaya yang ada komponen impor, seperti misalnya bahan baku plastik yang terkait dengan packaging," kata dia.
Kemudian, Ewijaya menyebut bahwa bahan baku kemasan berupa karton juga mengalami kenaikan signifikan. Biaya operasional nelayan juga meningkat karena bahan bakar minyak (BBM) melonjak.
"Nah ini yang kita lihat cukup memberikan dampak yang negatif sebenarnya sehingga operasional nelayan naik, implikasinya adalah harga bahan baku juga akan ikut naik sebenarnya," kata dia.
Baca Juga: Penjualan DSFI Naik 16% pada Kuartal I, Ini Faktor Pendorongnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














