kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dugaan Data Pelanggan IndiHome Bocor, Telkom Ungkap Beberapa Kejanggalan


Senin, 22 Agustus 2022 / 11:47 WIB
Dugaan Data Pelanggan IndiHome Bocor, Telkom Ungkap Beberapa Kejanggalan
ILUSTRASI. A projection of cyber code on a hooded man is pictured in this illustration picture taken on May 13, 2017. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dugaan kebocoran data masyarakat Indonesia kembali muncul. Akhir pekan lalu dikabarkan data bocor berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Telkom Indonesia Tbk dan 21.700 perusahaan Indonesia

Sehubungan dengan munculnya pemberitaan terkait kebocoran data pribadi pelanggan IndiHome, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom. Ahmad Reza meragukan keaslian data-data yang dijual hackers.

“Ada beberapa kejanggalan. Misalnya alamat email yang jadi sample itu @telkom.net. Alamat email kami @telkom.co.id.  Telkom juga tidak pernah memberikan email address untuk pelanggan Indihome,” jelas Reza, ke Kontan.co.id, Minggu (21/8).

Telkom telah dan masih terus melakukan langkah-langkah pengecekan dan investigasi mengenai keabsahan data-data tersebut. Dia menegaskan, data-data pelanggan Indihome bahkan oleh kalangan internal Telkom sendiri sulit diakses mengingat ada enkripsi dan firewall yang berlapis. “Saya pastikan data sampling salah,” tegas dia.

Reza menambahkan, jumlah pelanggan Indihome sebanyak 8 juta pelanggan. Sedangkan data browsing history yang diklaim hackers sebanyak 26 juta.

Dia menduga, data-data history browsing  karena adanya akses yang dilakukan pelanggan ke situs-situs terlarang yang mengandung malware. Oleh karena itu, Reza meminta agar pelanggan Indihome lebih bijak mengakses internet, dengan tidak mengakses situs-situs terlarang.

“Telkom berkomitmen menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem kemanan siber terintegrasi. Dan menjadikan hal tersebut sebagai prioritas utama, meskipun tidak mudah untuk melakukannya di era digital ini. Yang paling penting, Telkom tidak pernah mengambil keuntungan komersial apalagi memperjualbelikan data pribadi pelanggan,” tegas dia. 

Sebagai perusahaan terbuka yang dual listing, Telkom mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×